Aceh Utara Nasibmu Kini, Pak Gubernur Lihat Kami
LHOKSUKON (MA) – [Lhoksukon, Nasibmu kini]. Berulangkali ucapan itu terlontar dari mulut tokoh masyarakat setempat, Jamil, 60 tahun. Warga Pipa Line, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Sabtu, 8 Januari 2022. Terkait banjir yang merendam hampir 50 persen wilayah itu.
Kota yang berjuluk [Petro Dollar] itu berduka, hujan yang mengguyur di awal medio bulan Desember 2021, hingga Januari 2022 telah menghancurkan infrastruktur pertanian, rumah penduduk serta sarana dan prasarana pendukung roda pemerintahan.
Ribuan warga bertahan di camp-camp pengungsian yang telah disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Search And Resque (SAR), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan TNI/Polri setempat mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir, guyuran hujan berkepanjangan serta jebolnya Tanggul Penahan Banjir.
“Hingga hari ini kami masih terus bertahan di bawah tenda-tenda darurat. Harapan kami, agar Pemerintah Aceh, melihat penderitaan rakyat dan segera membangun tanggul yang representatif, untuk memgurangi dampak bencana banjir,” ungkap Jamil.
Tak hanya Jamil yang berharap, seorang Geuchik (kepala desa) kampung setempat, Juliyandi kepada mediaaceh.co.id juga sangat berharap perhatian Pemerintah Aceh segera membangun tanggul-tanggul yang jebol tersebut.



