Dan terakhir adanya keberlanjutan, yakni setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya saat ini tapi juga di masa depan, dengan tetap menjaga kelestarian agama.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara Muhammad Yunus, SHI, dalam laporannya mengatakan kegiatan itu bernilai sangat strategis dalam upaya kita meningkatkan kemampuan para santri atau thalabah dalam pemberdayaan dan kecakapan hidup atau life skill santri.
“Mereka diharapkan mampu melestarikan tradisi kreatif santri sejak masih mondok di dayah hingga terjun di dalam masyarakat kelak. Fungsi Dayah saat ini semakin luas tidak hanya sebagai lembaga agama, melainkan juga menanggapi soal-soal kemasyarakatan yang hidup dan berkembang di zaman yang serba modern dan global,” kata Yunus.
Dinas Pendidikan Dayah, lanjutnya, bekerjasama dengan Harakah Thalabah Aceh Utara (Hathar) mengadakan pelatihan Community Development bagi santri, dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong santri agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan menjadi pelaku utama untuk mencapai kemandirian.
“Harapan kita agar para santri memahami metode yang berbasiskan pemberdayaan, partisipasi dan kemandirian hingga akhirnya dapat diimplementasikan dan membantu lembaga dayah menuju kemandirian dayah di Aceh Utara,” kata Yunus.





