Di Aceh Utara, 60 Santri Ikut Pelatihan Community Development 

Usai mengikuti pelatihan community development, para santri di Aceh Utara lakukan foto bersama.

LHOKSUKON (MA) Sebanyak 60 santri dari sejumlah dayah dalam Kabupaten Aceh Utara mengikuti pelatihan Community Development yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Dayah setempat.

Pelatihan itu bertujuan untuk melatih masyarakat atau santri secara transparansi, demokrasi dan ikut berpartisipasi dalam mewujudkan kemandirian pesantren atau dayah yang nantinya akan menghasilkan santri-santri yang berkualitas intelektual dalam bidang agama.

BACA JUGA...  Abati Kuta Krueng Paparkan Tiga Hal Ini Saat Jadi Khatib Idul Fitri di Masjid Agung Lhoksukon

Pelatihan itu dibuka oleh Pj Bupati Aceh Utara diwakili oleh Plt Asisten I Dr. Fauzan, MPA, berlangsung di aula Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Senin, 5 Agustus 2024.

Turut hadir di antaranya Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara Muhammad Yunus, SHI, para Kepala Bidang pada Dinas Pendidikan Dayah, Rais Am dan Pengurus Hathar Aceh Utara, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

BACA JUGA...  Pak Ben Minta Wamentan Bangun Pom Bensin Mini untuk Petani Aceh Besar

Dalam sambutan tertulisnya, Pj Bupati Aceh Utara antara lain mengatakan bahwa mayoritas pesantren atau dayah didirikan oleh komunitas setempat, sebagai perwujudan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Oleh karena itu pesantren (dayah) dapat disebut community centered educational institution atau institusi pendidikan yang berbasis masyarakat.

Pesantren (dayah) bertujuan mempersiapkan generasi muda muslim dengan pendidikan agama yang lebih baik dan membekali mereka komitmen terhadap jaran-ajaran Islam. “Dayah merefleksikan kolektifitas kehidupan dan spirit masyarakat gampong,” kata Fauzan dalam sambutan tertulis tersebut.