TAKENGON (MA) – Mengelola sebuah perusahaan rokok tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kehati-hatian, terutama dalam memilih bahan baku yang aman bagi konsumen. “Kenikmatan, cita rasa khas dengan racikan spesial adalah suguhan bagi penikmat rokok,” ujar Wahyudi, pengelola UD Kretek Gayo Aceh, sembari berkelakar.
Tambah Wahyudi, usahanya berkontribusi pada pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau.
Awalnya, usaha ini dimulai dengan modal kecil dan berkongsi. Namun, sejak tahun 2020, bisnis yang ditekuninya tersebut perlahan mengalami kemajuan. Berkat tangan terampil para karyawan dalam meracik dan mengemas, UD Kretek Gayo Aceh kini memiliki mesin rokok berkapasitas 1.000 hingga 1.200 sigaret per menit.

Bersama tim ahli dalam pengolahan tembakau dan promosi, termasuk Erwin, Wahyudi memperluas pasar ke berbagai daerah di Nusantara bahkan mancanegara. Dengan modal nekat dan dukungan dari mitra kerja, Wahyudi yang akrab disapa Bung Yudi, terus berusaha untuk bersaing di pangsa pasar nasional.
“Kita tidak perlu ragu sebab daerah kita menyuguhkan tembakau terbaik di Aceh bahkan di nasional. Cita rasa khas membuat rokok Muger dan Seulanga akan mendapat tempat di hati penikmat rokok di regional, nasional, bahkan dunia,” kata Erwin, ahli promosi.




