Alihkan Fokus ke ‘Harta Karun’ Geotermal dan Surya
Daripada terus berinvestasi pada teknologi pengolahan sampah basah yang mahal dan tidak efisien untuk energi, Denny menyarankan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi alam Indonesia yang jauh lebih murah secara LCOE (Levelized Cost of Energy).
Beberapa poin rekomendasi pengalihan fokus energi antara lain:
Panas Bumi (Geotermal): Indonesia memiliki potensi 24 GW (terbesar kedua di dunia) yang mampu menyediakan listrik baseload stabil 24 jam dengan biaya jangka panjang yang lebih murah.
Tenaga Air (Hidro): Potensi masif di Kalimantan (seperti Sungai Kayan) dan Papua yang kapasitasnya mencapai puluhan Gigawatt.
Tenaga Surya (PLTS): Dengan penurunan harga panel surya dunia hingga lebih dari 80% dalam satu dekade, energi matahari kini menjadi salah satu yang termurah.
“PLTSa seharusnya dilihat sebagai alat manajemen pemusnahan sampah, di mana listrik hanyalah bonus kecilnya. Jika tujuannya adalah kemandirian energi yang bersih dan murah, mengandalkan sampah basah adalah kesalahan strategis. Fokuslah pada ‘harta karun’ asli kita: Geotermal, Air, dan Surya,” pungkas Denny Charter.(R)




