Hal itulah yang membuat masyarakat lebih memilih untuk menjual hasil komoditi tersebut di pasar lokal.
Pilihan masyarakat dalam menjual hasil komoditi itu menjadi alasan mengapa pesawat Boeing 737-300 tak lagi mendarat di Bandara Rembele.
“Belum lagi biaya ongkos pengiriman pesawat mahal, tentu menjadi salah satu faktor belum beroperasinya pesawat kargo itu hingga saat ini untuk mengangkut komoditi dari Gayo,” ucap Kadis Perindag Bener Meriah itu. (AR)




