Selain itu, Aceh memiliki infrastruktur memadai, termasuk Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang telah siap melayani penerbangan langsung ke Tanah Suci.
“Aceh memiliki posisi strategis yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Jika menjadi satu-satunya embarkasi haji, Aceh tidak hanya akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan haji nasional tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Aceh. Kami mendukung penuh langkah ini dan akan memastikan semua elemen masyarakat terlibat dalam mewujudkannya,” ujar Dek Fadh
Sementara itu, pihak BP Haji menyambut baik gagasan ini, Gus Irfan juga menyebutkan beberapa hal penting yang perlu diatasi, seperti penyediaan fasilitas pendukung bagi jamaah dari seluruh Indonesia, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Fadhlullah optimis bahwa rencana ini dapat diwujudkan.
“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah pusat, Kementerian Agama, dan BP Haji serta pihak lainnya untuk mewujudkan Aceh sebagai pusat embarkasi haji nasional. Ini bukan hanya soal Aceh, tetapi juga tentang memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia,” ujarnya.
Rencana ini dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan perekonomian Aceh, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.




