Seorang bintara muda yang ditemui usai upacara berujar pelan, “Kalau dulu pahlawan angkat senjata, sekarang kita harus jadi pahlawan dengan kerja dan tanggung jawab. Supaya negeri ini tetap berdiri tegak.”
Upacara ditutup dengan doa bersama. Langit Lhokseumawe mulai cerah, matahari menembus kabut, menyinari wajah-wajah para peserta.
Di antara langkah yang meninggalkan lapangan, terasa keyakinan bahwa semangat para pahlawan [dari Surabaya hingga Aceh] masih menyala, menjadi lentera yang menuntun bangsa ini ke masa depan. [].




