DARI JEMBATAN DARURAT KE RUANG KELAS

Namun pemulihan versi TNI AD tidak berhenti pada aspek fisik semata.

SEKOLAH YANG HANCUR, MASA DEPAN YANG TERANCAM

DALAM evaluasi lapangan, Korem 011/Lilawangsa menemukan persoalan serius: rusaknya fasilitas pendidikan. Sekolah-sekolah dasar di wilayah terdampak banjir bandang tidak layak digunakan.

Anak-anak terancam kehilangan waktu belajar lebih lama, dengan dampak psikososial yang tidak kecil.

Di sinilah gagasan Kasad bergerak lebih jauh. Renovasi sekolah dipandang sama mendesaknya dengan pembangunan jembatan.

BACA JUGA...  Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, Koalisi Selamatkan Lahan dan Hutan Aceh, Deklarasi serta Pernyataan Sikap

Pendidikan, bagi TNI AD, adalah bagian dari pertahanan jangka panjang bangsa.

“Kami tidak hanya bicara soal bangunan, tetapi soal pemulihan mental anak-anak dan keberlanjutan pendidikan mereka,” ujar Ali Imran.

DUA SEKOLAH, SATU MISI

SEBAGAI bagian dari Satgas pemulihan, TNI AD di bawah komando Kasad merenovasi dua sekolah dasar di Aceh yang terdampak langsung bencana;

BACA JUGA...  Pertamina Field Rantau Peduli Tanggap Darurat Bencana Banjir

SD Negeri Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang

SD Negeri 19 Matang Serdang, Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Bangunan yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang disulap menjadi ruang belajar yang aman dan layak. Perbaikan struktur, lantai, dinding, hingga fasilitas pendukung dilakukan agar sekolah dapat kembali digunakan tanpa risiko keselamatan.

BACA JUGA...  Danrem 011/Lilawangsa Panen Raya Padi Serentak di Dataran Tinggi Gayo

“Presiden memerintahkan Kasad sebagai Dansatgas untuk bergerak cepat memperbaiki fasilitas publik. Pendidikan adalah prioritas. Anak-anak Aceh tidak boleh terlalu lama kehilangan ruang belajar,” tegas Ali Imran.

Dengan renovasi ini, Proses Belajar Mengajar (PBM) diharapkan kembali berjalan normal, sekaligus memulihkan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua.