DARI JEMBATAN DARURAT KE RUANG KELAS

Melalui Dansubsatgas Jembatan Aceh, Kolonel Inf Ali Imran, Kasad menegaskan bahwa TNI AD adalah salah satu ujung tombak pemerintah dalam menjalankan amanah Presiden Republik Indonesia untuk hadir cepat di tengah krisis.

“TNI AD bekerja tanpa henti. Ini adalah perintah negara dan amanah Presiden agar negara tidak absen saat rakyatnya paling membutuhkan,” ujar Ali Imran, Minggu, 25 Januari 2026 lalu membawa pesan kemanusiaan.

Pendekatan ini diterjemahkan dalam strategi lapangan yang konkret; mengubah hambatan menjadi solusi fungsional. Jembatan-jembatan yang hancur akibat banjir bandang tidak dibiarkan menunggu proses birokrasi panjang.

BACA JUGA...  Kala Prajurit TNI Korem Lilawangsa Memunajat Syukur Kemerdekaan Indonesia

TNI membangun jalur darurat agar evakuasi warga, distribusi logistik, dan material rekonstruksi tetap bergerak.

JEMBATAN SEBAGAI NADI PEMULIHAN

BAGI Kasad Maruli, jembatan bukan sekadar bentang beton dan baja. Ia adalah nadi pemulihan. Tanpa akses, bantuan akan tersendat.

Tanpa akses, sekolah tak akan dibangun. Tanpa akses, masyarakat akan terus terisolasi.

Ali Imran menjelaskan, pembangunan dan perbaikan jembatan menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh elemen pemulihan berjalan simultan

BACA JUGA...  Danrem 011/Lilawangsa Tinjau Pos Check Point Perbatasan Aceh-Sumut

Material bangunan, logistik kemanusiaan, hingga tenaga teknis dapat menjangkau wilayah terdampak melalui jalur darurat yang dibangun prajurit.