Selama pelaksanaan TMMD yang berlangsung hampir satu bulan, kegiatan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Satgas bersama masyarakat juga melakukan penanaman 200 batang pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Selain itu, berbagai kegiatan nonfisik turut dilaksanakan. Di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga pelayanan kesehatan gratis.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa TMMD tidak semata-mata membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya membangun manusia.
Melalui kegiatan nonfisik, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda dan kaum milenial.
Harapannya, pembangunan yang dilakukan tidak berhenti pada jalan yang terbuka, rumah yang menjadi layak, atau air bersih yang mengalir. Lebih jauh, TMMD diharapkan membuka jalan menuju kehidupan masyarakat desa yang lebih sejahtera dan mandiri.
Dari pelosok Labuhan Haji Timur, sebuah jalan baru kini mulai terbentang. Jalan itu bukan hanya menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga dan menjadi bagian dari langkah panjang menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.(Maslow Kluet)











