Dikatakannya, menu yang disajikan setiap hari tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga kandungan gizi yang terukur. “Setiap porsi telah dihitung secara cermat, mencakup energi, protein, lemak, karbohidrat, hingga serat,” ungkapnya.
Adapun kisaran energi yang disediakan meliputi porsi kecil sebesar ±437–484 kkal, serta porsi besar ±509–619 kkal. Kandungan gizi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas belajar siswa.
Sebutnya, keberadaan SPPG MBG Lhok Awe Teungoh 3 menjadi bagian penting dalam mendukung program peningkatan gizi nasional. “Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, seperti mencegah stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta menjamin terpenuhinya asupan gizi harian masyarakat,”ujarnya.
Nirwan Hadi menegaskan bahwa kualitas bahan baku, kebersihan, serta keseimbangan gizi menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyajian makanan.
“Menu yang kami susun bukan hanya enak, tetapi juga harus memenuhi standar gizi yang dibutuhkan penerima manfaat sesuai arahan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Ia berharap, dengan dukungan tenaga profesional serta sistem pengelolaan yang baik, SPPG MBG Lhok Awe Teungoh 3 dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program makan bergizi yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.(Maimun Mirdaz).





