Selain itu, program juga mencakup pembangunan gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), perbaikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga penyediaan sumber air bersih.
Menurut Novi, pembangunan infrastruktur dasar tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat desa yang selama ini masih terkendala akses dan fasilitas dasar.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mulai dari pengobatan massal gratis, pembagian paket sembako, bakti sosial, bazar murah, hingga pagelaran seni budaya lokal akan digelar selama pelaksanaan program berlangsung.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan sosial antara aparat negara dan masyarakat sekaligus membantu warga yang masih dalam proses pemulihan ekonomi.
Sekitar 200 peserta menghadiri pembukaan kegiatan tersebut, terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Upacara pembukaan ditutup dengan penandatanganan kerja sama operasional antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Kodim 0104/Aceh Timur serta penyerahan sarana kerja secara simbolis.





