Dalam amanatnya, Iskandar menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar agenda rutin tahunan TNI, melainkan bagian dari solusi konkret dalam menjawab persoalan pembangunan di tingkat desa.
Menurut dia, desa harus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi daerah, terlebih setelah masyarakat menghadapi dampak bencana banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.
“TMMD menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, meningkatkan ketahanan nasional, serta menumbuhkan kesadaran sosial kita bersama,” kata Iskandar di hadapan peserta upacara.
Ia menilai, pembangunan desa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar pembangunan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Karena itu, Iskandar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di lokasi yang sama, Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Novi Widyanto, memaparkan sejumlah sasaran fisik yang akan dikerjakan dalam program TMMD ke-128 di Desa Alue Canang.
Salah satu fokus utama ialah pengerasan jalan sepanjang 2.200 meter yang selama ini menjadi akses penting warga dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan.





