Dari Alue Canang, TMMD ke-128 Jadi Motor Pemulihan Aceh Timur Pascabanjir

Dalam amanatnya, Iskandar menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar agenda rutin tahunan TNI, melainkan bagian dari solusi konkret dalam menjawab persoalan pembangunan di tingkat desa.

Menurut dia, desa harus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi daerah, terlebih setelah masyarakat menghadapi dampak bencana banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.

“TMMD menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, meningkatkan ketahanan nasional, serta menumbuhkan kesadaran sosial kita bersama,” kata Iskandar di hadapan peserta upacara.

BACA JUGA...  Tradisi "Makmeugang", Warisan Budaya Aceh yang Terjaga Sejak Abad ke-17

Ia menilai, pembangunan desa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar pembangunan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Karena itu, Iskandar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Di lokasi yang sama, Komandan Kodim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Novi Widyanto, memaparkan sejumlah sasaran fisik yang akan dikerjakan dalam program TMMD ke-128 di Desa Alue Canang.

BACA JUGA...  Mau Cantik dan Wangi Datang Ke USK Store Balohan Sabang

Salah satu fokus utama ialah pengerasan jalan sepanjang 2.200 meter yang selama ini menjadi akses penting warga dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan.