Dalam penjelasannya, Aiyub menekankan bahwa disiplin diri dapat membantu seseorang menggali potensinya menuju tujuan yang bernilai dan bermakna. Disiplin diri melibatkan penguasaan diri untuk memilih tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai yang dihargai. Tujuan mulia dari penerapan disiplin positif adalah untuk membentuk murid-murid yang berkarakter, berdisiplin, santun, jujur, peduli, bertanggung jawab, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang diharapkan.
Aiyub juga menjelaskan, bahwa ketika murid memiliki motivasi intrinsik, mereka akan tetap berperilaku baik berdasarkan nilai-nilai kebajikan tanpa terpengaruh oleh hukuman atau hadiah. Murid dengan motivasi intrinsik berperilaku baik karena mereka menghargai nilai-nilai tersebut.
Harapan dari kegiatan ini adalah agar para guru dapat mengimplementasikan disiplin positif di sekolah, memperhatikan kebutuhan dasar murid, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta memposisikan diri sebagai pemantau dan manajer yang efektif, kata Aiyub.
Ia menyebutkan, dengan penerapan segitiga restitusi, diharapkan budaya disiplin di sekolah dapat tumbuh dan berkembang, sehingga menciptakan anak-anak dengan disiplin diri yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik yang kuat.(R).




