Bupati Resmikan RSUD dr Muchtar Hasbi Lhoksukon, Mulai Layani Pasien Rawat Jalan

Rabu, 22 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib memotong pita dengan menandai RSUD dr Muchtar Hasbi resmi beroperasi di Aceh Utara.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib memotong pita dengan menandai RSUD dr Muchtar Hasbi resmi beroperasi di Aceh Utara.

Aceh Utara, (MA) Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meresmikan beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Muchtar Hasbi, Rabu, 22 Juni 2022. Rumah Sakit ini sebelumnya bernama RSUD Pratama Lhoksukon.

Rumah sakit milik pemerintah dengan type D ini berlokasi di Jalan Raya Banda Aceh – Medan, belakang Dinas Kesehatan Aceh Utara, di Gampong Alue Muden Kecamatan Lhoksukon. Setelah dilakukan peresmian, RSUD dr Muchtar Hasbi langsung dapat melayani pasien rawat jalan melalui layanan empat Poliklinik, yakni Poliklinik Penyakit Dalam, Poli Anak, Poli Bedah dan Poli Kandungan (Obstetri & Ginekologi).

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita pada pintu masuk ruang IGD dilakukan oleh Bupati H Muhammad Thaib. Selanjutnya prosesi peusijuek dilakukan oleh Walidi atau Tgk H Jamaluddin Ismail, Imum Syik Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, didampingi oleh Waled Landeng atau Tgk Zulfadli Ismail, Pimpinan Dayah Keumaral Al-Aziziyah.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dalam arahannya meminta manajemen Rumah Sakit untuk terus membenahi dan melengkapi prasarana maupun SDM tenaga kesehatan. “Ini adalah pelayanan, maka lakukan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat sehingga masyarakat bisa ‘jatuh hati’ terhadap Rumah Sakit ini. Untuk tahap awal, minimal bisa melayani terhadap pasien darurat, misalnya strok atau pasien kecelakaan lalulintas,” minta Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

BACA JUGA...  Jangan Salahkan Pemerintah, Penanganan Covid-19 Tanggung Jawab Bersama

Menurut Cek Mad, Pemkab Aceh Utara terus mengupayakan berbagai prasarana pendukung, termasuk prasarana jalan masuk ke Rumah Sakit sekitar 400 meter sudah diusul untuk pengerasan dan pengaspalan. Sedangkan untuk kebutuhan perluasan dan penambahan bangunan Rumah Sakit, di lokasi tersebut tersedia lahan sekitar 9 hektar, dan sangat memadai untuk pengembangan Rumah Sakit nantinya.
Disebutkan, saat ini RSUD dr Muchtar Hasbi masih type D, diharapkan dalam dua tahun ke depan harus bisa menjadi Rumah Sakit type C. Untuk itu, akan terus dilengkapi sarana dan prasarana, termasuk jumlah bed (ranjang) pasien, saat ini tersedia 72 bed akan ditambah menjadi 125 bed.

“Meskipun nanti saya tidak lagi sebagai Bupati, kita minta Penjabat Bupati maupun Bupati definitif berikutnya akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit ini, sehingga menjadi tempat layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat,” ungkap Cek Mad.

Menurut Cek Mad, mendapatkan layanan kesehatan yang baik adalah hak seluruh masyarakat. Dengan luas wilayah Kabupaten Aceh Utara 3.297 Km persegi dan terdiri dari 27 kecamatan, serta jumlah penduduk 602.783 jiwa, maka memiliki satu unit Rumah Sakit belumlah mencukupi untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, maka terbitlah Perbup Nomor 34 Tahun 2020 tentang terbentuknya RSUD Kelas D Pratama yang saat ini beralih nama menjadi UPTD dr Muchtar Hasbi dengan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 39 Tahun 2021.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Besar Dukung Program PKH

“Saya harapkan kepada seluruh staf UPTD RSUD dr Muchtar Hasbi untuk dapat melayani masyarakat secara profesional dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, melayani dengan ikhlas dan penuh empati kepada para pasien, tanpa pandang bulu,” harapnya.

Peresmian RSUD dr Muchtar Hasbi turut dihadiri Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, SIK, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Dr Diah Ayu HL Iswara Akbari, SH, M.Hum, pejabat dari BPJS Kesehatan Lhoksukon, para Ketua Organisasi Profesi Kesehatan, serta Plt Sekdakab Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos, MAP, Asisten II Ir. Risawan Bentara, MT, Kepala Dinas Kesehatan Amir Syarifuddin, SKM, Kepala BKPSDM Syarifuddin, S.Sos, MAP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan T Cut Ibrahim, SE, M.Si, sejumlah Kepala Bagian Setdakab, Camat Lhoksukon Hanifzha Putra, SSTP, para Kepala Puskesmas, pejabat Muspika Lhoksukon, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sebelumnya, Direktur RSUD dr Muchtar Hasbi, dr Adnani, dalam laporannya mengatakan rencana operasional Rumah Sakit ini sudah sejak tahun lalu. Namun terkendala dengan sejumlah regulasi, khususnya terkait dengan kelengkapan sarana dan prasarana. “Alhamdulillah, ini sudah mendapatkan izin operasional pada Juni 2022 ini,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Bupati Simeulue Pimpin Apel Perdana bersama Kecamatan dan Desa

Saat ini, kata Adnani, RSUD dr Muchtar Hasbi memiliki 94 orang tenaga kesehatan, terdiri dari 55 orang perawat, 31 bidan, dan selebihnya dokter umum dan dokter spesialis. Sementara ini mereka akan memberikan layanan pasien rawat jalan atau layanan Poliklinik, yaitu Poli Bedah, Penyakit Dalam, Poli Anak dan Poli Obgin (kandungan). “InsyaAllah beberapa waktu ke depan juga akan melayani rawat inap,” ungkap Adnani.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Amir Syarifuddin, SKM, mengatakan Rumah Sakit ini mulai dibangun pada 2019. Tapi saat itu bangunan belum dilengkapi dengan instalasi pengolah air limbah (IPAL), sehingga tidak bisa diusul untuk mendapatkan izin operasional. Pada awal 2021 dibentuk struktur personalia dan dilantik Direktur untuk mengurus keberadaan Rumah Sakit, sehingga dimulailah pembangunan IPAL dan membenahi berbagai perlengkapan lainnya untuk layaknya sebuah Rumah Sakit.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan tokoh masyarakat untuk menabahkan nama dr Muchtar Hasbi pada RSUD ini. “Alhamdulillah hari ini bisa diresmikan untuk melayani masyarakat Aceh Utara, terlebih lagi bagi masyarakat bagian timur daerah ini, yang berdomisili jauh dari RSUD Cut Meutia di Buket Rata Lhokseumawe,” kata Amir.[]

Laporan : Sayed Panton

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB