Di berbagai kesempatan, ia sering berdialog dengan pemuda, pelajar, hingga calon prajurit TNI. Pesannya sederhana, tetapi kuat: menjadi generasi yang setia kepada bangsa dan negara.
Dalam sebuah kegiatan bersama para pemuda, ia pernah menyampaikan pesan yang kemudian banyak dikutip oleh masyarakat;
“Pemuda Aceh harus menjadi generasi yang kuat, disiplin, dan setia sampai mati kepada NKRI dan Sang Merah Putih.”
Pesannya bukan sekadar retorika. Ia percaya bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.
Karena itulah, ia kerap mendorong program pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan kebangsaan, pelatihan kedisiplinan, dan pembinaan karakter.
Baginya, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh karakter generasi penerusnya.
Kepemimpinan yang Bersahaja
MEREKA yang pernah bekerja bersama Brigjen Ali Imran sering menggambarkan sosoknya sebagai pemimpin yang sederhana dan mudah didekati.
Di lapangan, ia tidak segan duduk bersama prajurit dan warga, makan bersama dalam suasana sederhana.
Bahkan dalam beberapa kegiatan, ia terlihat beristirahat di pinggir jalan bersama masyarakat setelah meninjau kegiatan lapangan.
Bagi beliau, hubungan antara prajurit dan rakyat harus dibangun dengan kepercayaan dan kedekatan.
“Prajurit TNI berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan akan selalu bersama rakyat,” katanya.
Prinsip itu tercermin dalam cara ia memimpin. Tidak hanya memberi perintah dari balik meja, tetapi hadir langsung melihat kondisi di lapangan.




