TAPAKTUAN (MA) — Pengungsi Rohingya yang sakit di kapal bertambah menjadi sembilan orang setelah sebelumnya di rawat di RSU dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Ketiga pasien yang menderita sakit di bagian perut dan nyeri di bagian kepala itu dibawa tim evakuasi dari Pos Basarnas, pada, Ahad, (20/10).
Sedangkan sebanyak enam orang pengungsi Rohingya Myanmar dilaporkan mengalami sakit sebelumnya, dievakuasi ke darat untuk mendapatkan pengobatan di RSU dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Sabtu, (19/10).
Ke-enam pengungsi yang sakit itu yakni, sebanyak empat orang perempuan dan dua orang laki-laki.
Sebagaimana janji pihak UNHCR, bahwa lembaganya akan mengurus jika ada pengungsi yang sakit.
Direktur RSU dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan dr. Syah Mahdi melalui Kabid Pelayanan Medis dr. Ikram kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa, (22/10), mengatakan, kesembilan pasien pengungsi Rohingya itu, ditangani dengan sebaik-baiknya.
“Menurut hasil diagnosa medis, mereka umumnya menderita sakit pada bagian perut dan nyeri di bagian kepala,” kata dr. Ikram.
Sehubungan perawatan intensif, di tengah aksi “mogok” kalangan dokter spesialis dengan menghentikan pelayanan, tidak termasuk pasien yang dirawat inap.
Dengan demikian, pasien Rohingya tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal dan sempurna.




