Bencana Demi Bencana, Rakyat Wajib Melawan Oligarki Sawit

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eks kombatan asal Aceh Timur, Anwar Rabo.

Eks kombatan asal Aceh Timur, Anwar Rabo.

ACEH TIMUR | MA – Banjir dan longsor yang terus berulang di Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatera kian menegaskan bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai titik mengkhawatirkan.

Bencana tersebut bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan buah dari perusakan hutan yang berlangsung sistematis dan dibiarkan bertahun-tahun.

Mengutip temuan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), wilayah-wilayah terdampak banjir dan longsor memiliki keterkaitan kuat dengan ekspansi industri sawit skala besar. Pembukaan hutan, alih fungsi kawasan lindung, serta pengeringan rawa terjadi masif di hulu daerah aliran sungai. Di belakang praktik itu, berdiri oligarki sawit yang menguasai rantai produksi dan distribusi.

BACA JUGA...  Kemenkeu Berikan BLU Award Pada 3 RS Bhayangkara Berkinerja Terbaik

Sejumlah korporasi raksasa disebut dalam laporan tersebut, antara lain Sinarmas Group melalui Golden Agri Resources (GAR) dan PT SMART, Musim Mas Group, serta Wilmar Group. Aktivitas dan rantai pasok perusahaan-perusahaan itu dinilai beririsan dengan kawasan rawan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Eks kombatan asal Aceh Timur, Anwar Rabo, menilai rangkaian bencana ini sebagai peringatan keras bagi semua pihak. Menurut dia, hutan yang seharusnya menjadi benteng alami justru dikorbankan demi kepentingan segelintir elite. “Ketika hutan dihancurkan, yang menanggung akibatnya adalah rakyat kecil. Banjir dan longsor tidak memilih korban,” kata Anwar dalam rilis pers, Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA...  DSP DISOSIALISASIKAN, BANDAR MULIA JADI TITIK AWAL

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB