Menurutnya, Meuligoe adalah tempat lahirnya kebijakan-kebijakan penting terkait politik, sosial, ekonomi, budaya, dan agama, sementara Panglima merujuk pada kesetiaan kepada pemimpin, agama, bangsa,tanah air dan tugas.
Ia juga menyoroti permasalahan sektor pertanian di Aceh Utara, seperti kurangnya ketersediaan air, pupuk, dan sering terjadinya gagal panen. Ayah Wa berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut jika terpilih. Selain itu, ia berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dengan menyediakan akses nomor darurat di setiap rumah.
Tarmizi Panyang menambahkan, ia mengajak seluruh masyarakat Cot Girek untuk mendukung pasangan Ayah Wa-Panyang dan Mualem-Dek Fad dalam Pilkada mendatang.
Pada akhir acara, Ayah Wa menyerahkan tiga unit tenda (tratak) kepada desa-desa yang memberikan suara terbanyak pada pemilu legislatif lalu, serta alat-alat PKK untuk lima desa, yakni Seupeng, Seuneubok Barô, Trieng, Cempeudak, dan Lueng Barô. (Sayed Panton)




