Tingkat pengangguran terbuka diharapkan turun menjadi sebesar 4,03%.
Indeks Pembangunan Manusia diharapkan mencapai 72.34, pendapatan perkapita (PDRB ADHB) dapat mencapai Rp 233.780.000 dan gini rasio diharapkan dengan ketimpangan 0,265%.
Pada bagian akhir, HMW menyampaikan sambutannya tanpa teks yakni menekankan kepada para camat agar mampu menjabarkan visi pembangunan Aceh Selatan untuk kedepannya.
“Keberhasilan pembangunan diawali dari grass root, sehingga camat harus mampu berperan dan harus bergerak di tengah-tengah masyarakat,” kata bupati.
Sementara itu, Plt. Kepala Bappeda Aceh Suhatril memaparkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Asel tahun 2027.
Berdasarkan pada kebijakan pembangunan dalam RPJM Kabupaten Asel tahun 2025-2029, dengan tema “Pembangunan Kabupaten Asel tahun 2027 prioritasnya adalah, meningkatkan penerapan Syariat Islam, sejahtera, berdaya saing dan partisipatif.”
Secara rinci dikatakan, menguatkan penerapan Syariat Islam secara kaffah,
meningkatkan pembangunan yang berkualitas, merata dan berkeadilan dengan tetap menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan hidup adalah prioritas pembangunan Asel.
Selain itu, meningkatkan produktivitas ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional secara efektif, bersih dan BAiK (Good and Clean Goverment), meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang berkualitas, meningkatkan kualitas pendidikan yang berdasarkan dinul Islam, berdaya saing dan modern serta
meningkatkan pemanfaatan potensi SDA dengan baik dan berkelanjutan yang tanggap bencana.




