TAPAKTUAN (MA) – Masyarakat Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, hari ini, Sabtu, (24/2), sempat gempar.
Pasalnya, mereka memprotes keras atas keberadaan sebuah bangunan berupa pondok yang menyerupai tempat peribadatan agama tertentu.
Di dalam pondok tanpa tiang itu, terdapat atribut atau aksesoris penyembahan agama atau kepercayaan tertentu.
Keberadaan “rumah ibadah” itu, baru diketahui oleh warga yang sempat melintas di areal pertambangan bijih besi milik PT. Pinang Sejati Utama (PSU) dan memposting fotonya di grup WA dan medsos lainnya.
Menurut Wakil Ketua Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) Tabrani Atim, setelah viral di berbagai grup WA, masyarakat setempat heboh di tengah pihak lain ingin meredam masalah tersebut.
Sebagian warga lain, melaporkan masalah tersebut kepada pihak keamanan dan Muspika kecamatan Kluet Tengah.
“Alhamdulillah, pihak Muspika Kecamatan Kluet Tengah cukup cepat tanggap yang kemudian tempat ibadah tersebut dapat dirobohkan, sehingga tidak menimbulkan akibat yang fatal,” kata Tabrani Atim.
Dia juga menyesalkan pihak perusahaan yang tidak menghormati masyarakat di sekitar perkampungan Simpang Dua Menggamat sehingga serta merta mendirikan fasiltas ibadah tersebut.




