Anggota BKSDA Aceh Selatan Dicakar Harimau Sumatera 

Salah seorang anggota BKSDA Aceh Selatan di sedang mendapat pertolongan dari tim medis Puskesmas Kluet Tengah.(Photo/MEDIAACEH.CO.ID/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Insiden penyerangan Harimau terhadap anggota Tim BKSDA tidak bisa terhindari saat mereka melakukan patroli  di kawasan perkebunan di Desa Koto, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, guna mengecek hutan konservasi  hutan lindung, Sabtu, (28/1/23).

Insiden itu terjadi, pada  hari kelima mereka  melakukan patroli untuk mengawasi keberadaan hutan lindung pada Sabtu tanggal 28 Januari 2023 sekitar pukul 17.30 WIB.

BACA JUGA...  PJ Bupati Meurah: Aceh adalah Bangsa dan Suku yang Besar, Disegani dan Heroik

Tanpa diketahui,   seekor Harimau Sumatera yang diperkirakan menguasai kawasan itu dengan ganasnya  menyerang tim Patroli dari BKSDA tersebut.

Akibatnya, seorang anggota tim terkena cakaran Harimau.  Lalu pada saat bersamaan, salah seorang anggota tim lainnya mencoba untuk menolongnya, namun kembali diserang dengan cakaran.

“Mereka terluka dan berusaha berpencar menghindari serangan berikutnya,” kata Ketua Tim Hari Kafri.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Selatan Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda 

Menurut  Hari Kafri, selain dirinya,  rekannya yang lain terkena cakaran hewan buas itu, hingga terluka.

Keempat korban merupakan warga Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah. Identitas mereka yakni Harri Kafri, Rusdianto (27), Ardiman dan Asari (36).

Korban yang  mengalami luka berat akibat cakaran dan gigitan Harimau tersebut dievakuasi ke Puskesmas Manggamat untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Hadi Sofyan mengatakan, konflik harimau di Aceh Selatan cukup masif. Harimau yang menyerang Tim BKSDA tersebut telah muncul di kawasan permukiman seja beberapa bulan lalu.

BACA JUGA...  Beritakan Proyek Bermasalah, Wartawan di Aceh Jaya Diteror Penelpon Gelap

Dia mengingatkan, agar anggota tim patroli tetap siaga  di kawasan hutan lindung, kepada warga diikat agar waspada saat beraktivitas di perkebunan.(Maslow Kluet).