Amri: Bank Kenapa Harus Hengkang dari Aceh, Ini Perlu Dikaji

Dialog pengamat ekonomi Aceh.
example banner

 103 total views,  1 views today

Banda Aceh, (MA) Paling mudah sebenarnya mengukur kinerja pembangunan sebuah provinsi di seluruh Aceh, Aceh misalnya cukup melihat kinerja ekonomi makro daerah, pengelolaan anggaran dan lainnya.

banner 325x300

Demikian lembar pertama, diskusi yang dilaksanakan di LP Kupi Banda Aceh dan dimulai oleh DR. Amri SE, M.Si Pengamat Ekonomi Aceh. Tidak ada daerah di Indonesia yang membuat bank hengkang, kecuali Aceh. Bank BRI, Mandiri, BNI dan lainnya pergi dari Aceh. Mengapa?, perlu dikaji kembali. Kata Amri di Banda Aceh, 17 Desember 2021.

Prof. Yusni Sabi mengatakan, bantak problem “duit lebih orang miskin”. Kenapa kata Yusni dalam diskusi tersebut. Mungkin ada perilaku yang salah, ada komunikasi politik yang tidak harmonis. Jangan pernah biarkan mereka, mereka ada karena kita. Jika perhatian sudah bukan untuk kita, jangan harap kita terurus.

Salah satu peserta Ilyas (Mantan Kadis Pendidikan Aceh), perencanaannya sangat buruk, sampai akhir tahun 2021 ada pekerjaan yang belum dilelang.

Ketua Aceh Bersatu Ayah Pulo, semua persoalan dipeti eskan. Mana kasus beasiswa, mana kasus lainnya. Semua sudah kita laporkan, ke Polda, Kejati. Tapi harapan, tinggal harapan. Kata Ayah Pulo.

Beberapa wartawan juga mempertanyakan, bagaimana mungkin memaksa Silpa menjadi 0 %. Ada jugs yang mencoba mengutik munculnya pinjol, pengaruh dari sulitnya pinjaman dati bank resmi. Ungkap wartawan.

Dijawab oleh Amri :

Yang direncanakan tidak dikerjakan, yang dikerjakan tidak direncanakan. Silpa adalah, pelanggaran keuangan negara. Dan biasa ditetapkan setelah audit BPK awal tahun berikutnya, maka wartawan harus bisa baca hasil audit.

Diskusi ini setidaknya, mampu memberi masukan kepada pelaku dan Pemerintah Aceh. Siapapun pemimpin di masa datang, harus melakukan komunikasi politik yang harmonis, karena akan berdampak hingga ke masyarakat bawah. Begitu juga pada perputaran ekonomi pada tingkat bawah menjadi terhenti, dengan hengkangnya beberapa bank konvensional yang saja menyebabkan pinjaman online hidup.

Dua persoalan ini harus menjadi fokus, bagi pembangunan Aceh di masa datang. Mental penyusun perencanaan harus memiliki etika, jika sudah direncanakan harus dilaksanakan. Jika mau dilaksanakan, harus direncanakan. Banda Aceh, 17 Desember 2021. []

Laporan: Manaf

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...