Banda Aceh, (MA) – Paling mudah sebenarnya mengukur kinerja pembangunan sebuah provinsi di seluruh Aceh, Aceh misalnya cukup melihat kinerja ekonomi makro daerah, pengelolaan anggaran dan lainnya.
Demikian lembar pertama, diskusi yang dilaksanakan di LP Kupi Banda Aceh dan dimulai oleh DR. Amri SE, M.Si Pengamat Ekonomi Aceh. Tidak ada daerah di Indonesia yang membuat bank hengkang, kecuali Aceh. Bank BRI, Mandiri, BNI dan lainnya pergi dari Aceh. Mengapa?, perlu dikaji kembali. Kata Amri di Banda Aceh, 17 Desember 2021.
Prof. Yusni Sabi mengatakan, bantak problem “duit lebih orang miskin”. Kenapa kata Yusni dalam diskusi tersebut. Mungkin ada perilaku yang salah, ada komunikasi politik yang tidak harmonis. Jangan pernah biarkan mereka, mereka ada karena kita. Jika perhatian sudah bukan untuk kita, jangan harap kita terurus.
Salah satu peserta Ilyas (Mantan Kadis Pendidikan Aceh), perencanaannya sangat buruk, sampai akhir tahun 2021 ada pekerjaan yang belum dilelang.
Ketua Aceh Bersatu Ayah Pulo, semua persoalan dipeti eskan. Mana kasus beasiswa, mana kasus lainnya. Semua sudah kita laporkan, ke Polda, Kejati. Tapi harapan, tinggal harapan. Kata Ayah Pulo.
Beberapa wartawan juga mempertanyakan, bagaimana mungkin memaksa Silpa menjadi 0 %. Ada jugs yang mencoba mengutik munculnya pinjol, pengaruh dari sulitnya pinjaman dati bank resmi. Ungkap wartawan.





