Aman Jarum: Negara Mesti Hadir Memerdekakan Orang di Sekitar Hutan KEL

Kamis, 18 Agustus 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi penyelamatan KEL [www.profauna.net]
Aksi penyelamatan KEL [www.profauna.net]

Jakarta | AP- Masyarakat yang hidup di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dalam peringatan 17 Agustus 2016, di tahun kemerdekaan yang yang ke 71 ini, merayakan hari kemerdekaan sebagai bagian dari tanda syukur kepada NKRI, dan para pendahulu republik ini.

Meski mereka bergembira menyaksikan perayaan HUT kemerdekaan kemarin, tetapi hari ini, di hari kemerdekaan yang ke-71 ini, mereka belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan yang sempurna. Hutan di sekitar Kawasan  Leuser yang selama ini menjadi penyedia air bersih, pengairan dan pelaksanaan hukum adat—sudah mengalami ancaman serius.

Menurut Aman Jarum, salah satu tokoh masyarakat adat Gayo, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi Atjehpress.com, Kamis, 18 Agustus 2016 menyebutkan, perayaan hari kemerdekaan di Jakarta kemarin, begitu mewah dibandingkan peringatan HUT sebelumnya, menyatakan,  meski ia menikmati hari kemerdekaan yang ke-71, yang kerap kali mereka peringati, namun kemerdekaan hakiki belum sepenuhnya mereka rasakan.

BACA JUGA...  "Ramadhan Prima Bersama Fopmat"

Kerusakan hutan di kampungnya, yang merupakan wilayah KEL, lanjut Aman Jarum, masih terus berlanjut.  Dampaknya, menurut tokoh adat Gayo ini,  sumber penghidupan mereka, terutama fungsi hutan untuk mengairi sawah dan kebun semakin kritis dan mengkhawatirkan untuk masa-masa yang akan datang, juga masuknya berbagai perizinan juga mempersempit tanah adat mereka.

Lebih dari itu, Farwiza Farhan, Ketua  Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA) menyebutkan luas tutupan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser fi Wilayah Aceh telah berkurang dan semakin terdegradasi. Dari 2,20 juta hektar tutupan hutan pada tahun 1970 menjadi 1,78 juta hektar pada 2015. Dalam periode 2010-2015,  kata Farwiza, luas hutan yang hilang sebesar 73,6 ribu hektar.

BACA JUGA...  Pengesahan APBK Bener Meriah T.A. 2023 Tercepat Se - Aceh, Pj. Bupati Apresiasi

Sementara itu, lanjut Farwiza, KEL merupakan sistem penopang kehidupan yang sangat penting bagi Aceh dan Sumatra Utara. pencegah banjir dan erosi, penyuplai air bersih dan  pertanian, industri, serta keindahan alam berpotensi dapat dikembangkan untuk pariwisata.

Untuk mengurangi laju kerusakan KEL, Nurul Ihksan, salah satu kuasa hukum Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GeRAM) untuk Gugatan Citizen Lawsuit (CLS), juga disebut  gugatan warga negara terhadap RTRW Aceh 2013-2033 karena terjadi perbuatan melawan hukum,  mengatakan mereka akan melakukan beberapa pendekatan, salah satunya dengan melanjutkan perjuangan untuk memastikan status KEL sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan fungsi lindung dimasukkan ke dalam RTRW Aceh, sesuai dengan RTRWN.

BACA JUGA...  Bocah Rizki Dihabisi Di Semak-Semak Syiah Utama

Gerakan Rakyat Aceh Menggugat, atau GeRAM, mendorong perbaikan RTRW Aceh demi pembangunan yang adil dan merata menuju masa depan Aceh, menjamin keberlanjutan generasi yang akan datang.(r)

Berita Terkait

Tujuh Semeja di Tepi Danau Laut Tawar: Saat Ngopi Jadi Pengalaman Rasa dan Rasa Kebersamaan
Juhursyah Dinobatkan Penerus Kerajaan Linge, Sangeda Lingga: Bertentangan dengan Adat dan Silsilah 
10 Tim Ikuti Festival Lomba Makan Durian di Bener Meriah, Ini Pemenangnya 
Pemkab Bener Meriah dan Aceh Tengah Sambut Baik Angkutan Udara Kargo Bandara Rembele
236 Atlit PORA Ke-XIV Bener Meriah Menuju Kabupaten Pidie
Dinarpus Bener Meriah Pamerkan Kopi Arabika Gayo Pada Ajang PLM Nasional di Surabaya
Program “Ahad Berkah” di Masjid Agung Babussalam, Pj Bupati Haili Yoga Lakukan Santunan 
BPBA Lakukan Kegiatan Pembinaan Pengetahuan Kebencanaan Menuju Destana di Bener Meriah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:57 WIB

Tujuh Semeja di Tepi Danau Laut Tawar: Saat Ngopi Jadi Pengalaman Rasa dan Rasa Kebersamaan

Selasa, 25 Februari 2025 - 12:37 WIB

Juhursyah Dinobatkan Penerus Kerajaan Linge, Sangeda Lingga: Bertentangan dengan Adat dan Silsilah 

Rabu, 21 Desember 2022 - 10:13 WIB

10 Tim Ikuti Festival Lomba Makan Durian di Bener Meriah, Ini Pemenangnya 

Minggu, 18 Desember 2022 - 15:08 WIB

Pemkab Bener Meriah dan Aceh Tengah Sambut Baik Angkutan Udara Kargo Bandara Rembele

Jumat, 9 Desember 2022 - 16:14 WIB

236 Atlit PORA Ke-XIV Bener Meriah Menuju Kabupaten Pidie

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB