Bireuen, (ADC) – Seratusan mahasiswa dan pemuda asal Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh menyambangi Gedung DPRK Bireuen, Senin (2/9/2019) untuk melancarkan aksi demo yang merefleksi selama dua tahun kepemimpinan H Saifannur, S.Sos dan DR H Muzakkar A Gani, SH, M.Si sebagai penguasa Bireuen.
Begitupun, pada hari yang sama, pelaksanaan acara pengambilan sumpah / janji anggota DPRK Bireuen masa jabatan 2019-2024 berlangsung dengan aman dan sukses, yang diikuti 40 anggota dewan terpilih, yang sumpahnya dipipimpin Ketua Pengadilan Negeri Bireuen, Zufida Hanum, SH,MH.
Turut hadir dalam event tersebut, Bupati Bireuen, H Saifannur, S.Sos, beserta unsur Forkopimda, Ketua KONI Bireuen, H Mukhlis, A.Md, Sejumlah ketua partai politik, maupun para undang berasal dari berbagai elemen.
Dalam Aksi unjuk rasa yang mengambil start di Mesjid Agung Bireuen, lalu dengan berjalan kaki menuju Gedung Dewan, yang teryata sudah ditunggu puluhan aparat keamanan yang menjaga gedung dewan dengan ketat. Sehingga para peserta aksi hanya dapat berorasi bergiliran di luar pagar Gedung DPRK BIreuen.
Kordinator Lapangan aksi, Muhammad Dian dalam orasinya antara lain, menyampaikan catatan kritiknya, terhadap tata kelola pasar, maupun parkir yang tidak tertib, serta gagalnya pendirian kampus IPDN, dan juga ketiadaan beasiswa untuk mahasiswa dan santri dayah.
Selain itu, ketidak adanya pengembangan terhadap pembangunan SDM, serta kejelasan pembangun Rumah Sakit regional, maupun kelangkaan gas elpiji, pembiaran ilegal logging dan galian C, pembangunan gedung – gedung pemerintah yang terbengkalai serta tidak seimbangnya harga jual hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Beber Dian
Khusus terhadap anggota DPRK Bireuen mereka menyebutkan, jika lembaga tersebut sedang pesta, untuk itu mereka datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, menyampaikan kebenaran dan agar bekerja 5 tahun ke depan untuk masyarakat,” sebut salah peserta aksi damai.
Sayangnya, para peserta aksi yang berharap akan bertemu ke 40 anggota dewan yang baru, ternyata tidak teruwujut, karena hanya segelintir saja, anggota dewan yang menemuai mereka, sama halnya, seperti aksi demo tahun-tahun sebelumnya, yang juga mendemo Bupati Bireuen.
Selebihnya, anggota dewan itu, lebih banyak yang bersantap siang bersama keluarganya di Pendopo Bupati Bireuen.
Para anggota DPRK Bireuen yang bersedia menemui mereka adalah, Ketua DPRK Bireuen sementara yang juga dari Fraksi PA, Rusyidi Mukhtar, S. Sos Ketua Fraksi PA, M Nasir (Waled), Wakil Ketua Fraksi PA Yufaidir, serta Sekretaris Fraksi, Zulkarnaini (Zoel Sopan), dan anggota dewan lainnya, Sauqi Futaki dari Fraksi Partai Golkar.
Setelah beberapa lama berorasi, kemudian anggota dewan tersebut menandatangani perjanjian deklarasi bersama. Setelah itu para pendemo membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 13.20 WIB.
Seusai pengambilan sumpah / janji anggota DPRK Bireuen, oleh Ketuanya Rusyidi Mukhtar, S.Sos menyampaika dalam sidang paripurna istimewa itu, menyebutkan sebagai anggota dewan tahun 2019-2024 menyadari betul, jika tugas ke depannya sudah menunggu.
Tugas-tugas yang berkaitan dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bireuen. “Tugas dan tanggung jawab ini, bukanlah tugas yang ringan , jika tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Ia mengharapkan kepada angota dewan yang mengabdi di lembaga DPRK Bireuen, hendaknya dapat memberikan pemikiran dan sumbangsihnya, dalam rangka menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera.
Sebagai wakil rakyat, ucapnya, Pihaknya dituntut untuk mampu berkerja melahirkan yang terbaik untuk kemaslahatan masyarakat Bireuen. Tugas ini, sebut Rusyidi Mukhtar, mustahil bisa tercapai jika tanpa kerja sama yang baik dengan pihak Pemkab Bireuen, baik di bidang penyelengaraan pemerintahan , pembangunan maupun pembinaan kemasyarakatan.
“Kemasyarakatan dalam koridor otonomi daerah serta dalam bingkai NKRI, “ tegas Ketua DPRK Bireuen.(Maimun Mirdaz/Iqbal).



