Adab dalam konteks Islam adalah akhlak mulia dan perilaku yang baik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan dalam Al-Qur’an. Adab mencakup segala aspek kehidupan, termasuk adab kepada Allah, adab kepada Rasulullah, adab kepada guru, adab kepada sesama, dan adab dalam menuntut ilmu. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman.
“Dan di antara mereka ada yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.’” (QS. Al-Baqarah: 201)
Ayat ini menunjukkan bahwa kebaikan di dunia tidak hanya mencakup materi dan harta, tetapi juga mencakup akhlak mulia dan perilaku yang baik dalam setiap aspek kehidupan, termasuk saat menuntut ilmu.
Ilmu yang didapatkan tanpa adab hanya akan membawa kehancuran bagi penuntutnya. Sebaliknya, ilmu yang didasari oleh adab yang baik akan memberikan manfaat yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Ustadz Muhammad Nurul Dzikri dalam kajiannya menjelaskan bahwa para ulama terdahulu sangat menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Bahkan, banyak dari mereka yang belajar adab selama bertahun-tahun sebelum memulai menuntut ilmu.
Salah satu contoh yang sering dikutip adalah kisah Imam Malik. Beliau adalah seorang ulama besar dalam ilmu fikih, namun sebelum beliau mulai belajar ilmu agama, ibunya mengajarkan beliau adab terlebih dahulu. Ibunya berkata, “Pelajarilah adab sebelum engkau menuntut ilmu”.




