Bantuan tersebut untuk membantu masyarakat yang saat ini cukup kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama dengan naiknya harga beras. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mengendalikan angka inflasi. Naiknya harga bahan kebutuhan pokok cukup signifikan berpengaruh terhadap indeks inflasi, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikannya. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan pangan.
“Pemerintah tidak pernah tutup mata dengan kondisi kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini. Apalagi saat ini sudah mendekati bulan Ramadhan. Pemerintah juga berharap, meskipun bantuan tidak cukup untuk satu bulan tetapi setidaknya bisa membantu kebutuhan pokok masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara Iskandar, SSTP, MSP, mengatakan Bantuan Pangan – Cadangan Beras Pemerintah (BP-CBP) disalurkan oleh Badan Pangan Nasional melalui Kantor Pos setempat. Untuk wilayah Aceh Utara yang tersebar di 27 kecamatan mendapat alokasi bantuan BP-CBP tahun 2024 sebanyak 750 ton beras, yang disalurkan melalui Kantor Pos terdekat mulai 27 Januari hingga 6 Februari 2024 mendatang.
Disebutkan, bantuan pangan CBP itu merupakan program nasional yang diamanatkan oleh Presiden kepada Badan Pangan Nasional. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menindaklanjuti dengan menyurati Perum Bulog dalam hal Perpanjangan Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah.
Bantuan beras ini diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 10 kilogram setiap keluarga untuk jangka waktu enam bulan. Secara nasional jumlah penerima bantuan beras ini berjumlah 22.004.077 KPM yang terdata dalam data Pen Sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Esktrem (P3KE) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.




