Aceh: Tanah Rencong, Tanah Perlawanan

Sabtu, 31 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id —  Aceh bukan hanya sebuah wilayah di ujung barat Nusantara. Ia adalah tanah yang telah lama menjadi panggung perlawanan, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sejarah panjang perjuangan rakyat Aceh membuktikan satu hal: mereka tidak pernah takut berperang, selama harga diri, tanah, dan keyakinan mereka direnggut.

1. Kesultanan Aceh dan Laksamana Malahayati: Perlawanan Awal

BACA JUGA...  Kunjungi Bener Meriah, Pj Bupati: BAPANAS RI Siap Fasilitasi Bebagai Kebutuhan Petani Ke Kementan RI

Pada abad ke-16, Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya di bawah Sultan Iskandar Muda. Sebagai kerajaan Islam yang kuat, Aceh menjadi kekuatan regional yang disegani. Armada lautnya menjelajahi Samudera Hindia, dan para ulama serta pedagang dari seluruh dunia Islam datang dan menetap di pelabuhan-pelabuhannya.

Salah satu sosok penting pada masa ini adalah Laksamana Keumalahayati, perempuan pertama di dunia yang memimpin angkatan laut. Ia memimpin pasukan “Inong Balee”—janda-janda syuhada perang—dalam pertempuran melawan Portugis dan Belanda. Perlawanan Keumalahayati terhadap invasi asing membuktikan bahwa peran perempuan dalam perang bukan hanya simbolik, melainkan nyata dan strategis.

BACA JUGA...  Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Dalam catatan sejarah, Keumalahayati bahkan pernah bertarung langsung dengan Cornelis de Houtman, pelaut Belanda yang mencoba menancapkan kekuasaan dagangnya di perairan Aceh. De Houtman tewas dalam duel itu, menggetarkan para kolonialis Eropa bahwa Aceh bukan wilayah yang bisa direbut dengan mudah.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:53 WIB

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Kamis, 17 September 2026 - 18:41 WIB

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 00:15 WIB

Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh

Berita Terbaru

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB

Petugas melayani beberapa warga yang membeli paket pasar murah di Gerai KDMP Gampong Air Pinang Tapaktuan, Senin, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

EKBIS

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:58 WIB

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB