Aceh: Tanah Rencong, Tanah Perlawanan

Sabtu, 31 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perang ini berlangsung hingga tahun 1904, ketika Sultan Muhammad Daud Syah menyerah dan Panglima Polem ditangkap. Namun perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlangsung hingga tahun 1910-an.

3. Perlawanan Lokal dan Gerilya Rakyat

Setelah keruntuhan struktur kesultanan, perlawanan rakyat Aceh tidak serta-merta padam. Di berbagai daerah, muncul kelompok-kelompok kecil yang melanjutkan perjuangan dengan taktik gerilya. Di pedalaman Gayo dan Alas, rakyat menyusun barisan-barisan perlawanan terhadap patroli kolonial. Di pesisir timur dan barat, para bekas kombatan mengorganisasi komunitas lokal untuk mempertahankan identitas mereka dari infiltrasi kebudayaan kolonial.

BACA JUGA...  Animo Masyarakat Tinggi Saksikan Tabarruk Artefak Rasulullah

Rakyat Aceh menolak tunduk secara kultural. Bahasa, adat, dan Islam terus dipertahankan. Bahkan, sekolah-sekolah rakyat dan dayah (pesantren tradisional) menjadi benteng identitas yang melahirkan kader-kader perlawanan berikutnya.

4. Masa Pendudukan Jepang dan Revolusi Fisik

Kedatangan Jepang pada 1942 membawa perubahan drastis di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Pemerintah kolonial Belanda runtuh, dan Jepang mengambil alih kekuasaan. Di Aceh, Jepang awalnya disambut karena dianggap sebagai “saudara tua” sesama Asia. Namun tak butuh waktu lama bagi rakyat Aceh menyadari bahwa Jepang tak jauh berbeda dari penjajah sebelumnya.

BACA JUGA...  'Hempang’ Radikalisme Ponpes Al-Hidayah Peringati Hari Lahir Pancasila

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:53 WIB

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Kamis, 17 September 2026 - 18:41 WIB

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 00:15 WIB

Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB