Aceh: Tanah Rencong, Tanah Perlawanan

Sabtu, 31 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

2. Perang Aceh (1873–1904): Perlawanan Terpanjang Melawan Kolonialisme

Pada abad ke-19, Belanda memulai ekspansi agresifnya ke wilayah Aceh. Perang Aceh meletus pada 26 Maret 1873, ketika pasukan Belanda menyerang Kesultanan Aceh. Inilah awal dari salah satu perang kolonial paling panjang dan paling berdarah dalam sejarah Asia Tenggara.

Belanda datang dengan perlengkapan modern, namun rakyat Aceh melawan dengan semangat jihad, strategi gerilya, dan pemahaman medan yang kuat. Teuku Umar adalah salah satu tokoh utama yang mengukir sejarah besar dalam perlawanan ini. Ia sempat pura-pura bergabung dengan Belanda, memperoleh senjata dan kekuasaan, lalu kembali ke hutan untuk menyerang kekuatan kolonial dari dalam.

BACA JUGA...  Sulaiman Manaf: PT. Mifa Adalah "Neo-VOC", Jika Tak Hormati Pribumi, Angkat Kaki dari Tanah Aceh

Teuku Umar gugur dalam pertempuran pada 1899. Namun perjuangannya diteruskan oleh istrinya, Cut Nyak Dhien, yang memimpin pasukan gerilya dan menolak menyerah meski dalam kondisi sakit dan tua. Ia akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, namun hingga akhir hayatnya, semangatnya tak padam.

Selain mereka, terdapat pula Tgk. Chik di Tiro Muhammad Saman, ulama kharismatik yang memimpin perlawanan di wilayah pedalaman. Ia menggabungkan semangat keislaman dan nasionalisme lokal dalam doktrin jihad melawan Belanda.

BACA JUGA...  Pemko Sabang Pantau Stabilitas Harga Pangan Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:53 WIB

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Kamis, 17 September 2026 - 18:41 WIB

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 00:15 WIB

Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB