Aceh Tamiang Jadi Ruang Belajar Kepemimpinan Nasional Pascabencana

Karena itu, Armia menilai tema “kepemimpinan adaptif berbasis empati” yang diusung dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi banyak daerah di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Ramli Anyato, mengatakan Aceh Tamiang dipilih sebagai lokasi visitasi karena memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi situasi krisis dan proses pemulihan daerah.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang tak Termasuk Kabupaten Intoleran Beragama

“Kami membawa 60 peserta PKN Tingkat II dari berbagai instansi pusat maupun daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung terkait penanganan bencana dan pemulihan masyarakat,” ujar Ramli.

Menurut dia, pembelajaran lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon pemimpin birokrasi, terutama dalam memahami tata kelola pemerintahan di situasi darurat.

BACA JUGA...  Pancasila di Tengah Gelombang Zaman

Tidak hanya membawa agenda pembelajaran, rombongan peserta dan sejumlah pihak juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut di antaranya berupa dua unit komputer all-in-one dan satu unit printer dari BPSDM Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur turut menyerahkan 10 dus makanan siap saji senilai Rp43 juta.