Banda Aceh (MA) – Setelah beredarnya foto spanduk yang bertulisan ” Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera” yang dipasang oleh seseorang di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, kini masyarakat pun angkat bicara soal peringkat klasemen kemiskinan menjadi milik provinsi Aceh itu.
Fauzi, warga Aceh Besar meniliai muncul spanduk yang bertulisan “Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera” karena kondisi Aceh saat ini belum juga lepas dari apa yang diharapkan oleh rakyat Aceh. Padahal masyarakat sudah mendengar betapa besarnya anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk Aceh, toh kenapa masyarakat belum juga hidup sejatera dan masuk dalam daftar provinsi termiskin di Sumatera.
“Dengan transparannya informasi di dunia digital sehingga masyarakat sudah tau bahwa, kucuran anggara dari pemerintah pusat untuk Aceh, berlimpah-ruah toch kenapa juga rakyat Aceh belum sejahtera, bahkan masuk dalam daftar sebagai provinsi termiskin di Sumaetara”., ungkapnya.
Hal lainnya juga disampaikan Razali (59) warga Kota Banda Aceh, menurut dia berkembangnya berita saol spanduk “Selamat Datang di Provunsi Termiskin Se-Sumatera” yang di pasang di kawasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, disebabkan kepercayaan takyat kepada pimpinan Aceh yang mulai redup. Pasalnya, anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk Aceh begitu besar, akan tetapi Aceh tercatat sebagai provinsi nomor satu termiskin di Sumatera.
“Dengan beredarnya gambar spanduk Aceh Provinsi termiskin se-Sumatera di media sosial maka, semakin luntur kepercayaan rakyat Aceh kepada pemimpinnya. Karena rakyat Aceh sudah tidak bisa dibohongi lagi terhadap bantuan dana dari pusat untuk Aceh yang berlimpah-ruah sementara Tanah Rencong yang dulu kaya raya kini di cap provinsi termiskin”., ujarnya.
Menurut sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, bahwa rakyat Aceh yang masuk dalam katagori miskin pada posisi akhir September 2019 menurun menjadi 9 ribu jiwa, jika dibandingkan pada posisi bulan Maret jumlah masyarakat miskin mencapai 819 jiwa atau 15,32 persen dan turun 0,31 persen.
Sementara dikutik bemberitaan dari salah satu media oline terbitan Aceh Dr Mukhlis Yinus,SE,MS Dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyebutkan, spanduk yang berisi tulisan “Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera” itu merupakan sebuah kritikan yang disampaikan dalam bagian kebebasan demokrasi dan hal tersebut tidak dilarang.
Pun begitu kata Mukhlis Yunus, kritikan yang mengatasnamakan rakyat Aceh tersebut tidak harus sampai disitu, akan tetapi harus juga menyampaikan solusi dalam memberantaskan kemiskinan di Aceh, artinya apa yang menjadi kritikan masyarakat harus bisa diramu oleh pemerintah untuk mencari jalan keluarnya dengan duduk bersama wakil rakyat. (R).




