oleh

Wali Nanggroe Aceh Bersama Delegasi Eks GAM Bertemu Atase Militer Kerajaan Thailand

Jakarta (MA) – Rombongan Wali Nanggroe Aceh yang dipimpin oleh Yang Mulia Malik Mahmud Al-Haitar dan Eks GAM menjumpai utusan khusus Panglima Angkatan Darat Kerajaan Negara Thailand di Jakarta, Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Azhari Cage,S.IP kepada Media Atjehdayli.id, Rabu Malam (19/2).

Lanjut Azhari Cage, Kedatangan Wali Nanggroe bersama para eks Panglima GAM/Ketua KPA Tgk H Muzakir Manaf, Tgk Darwis Jeunieb selaku eks Panglima Kombatan GAM Wilayah Batee Iliek, dan Doktor Muhammad Rafiq yang menjabat sebagai staf khusus Wali Nanggroe Aceh yaitu agenda pertemuan yang dilakukan secara khusus dengan utusan khusus Panglima Angkatan Darat Kerajaan Negara Thailand Jenderal Apirat Kongsompong, Kolonel Pakonr Suttiluk Atase dan militer kedutaan Kerajaan Thailand.

Lanjut Azhari, saat acara pertemuan yang berlansung dengan penuh keakraban saat menyambut Tim Delegasi Aceh yang dipimpin oleh Paduka yang Mulia Wali Nanggroe Dan Muzakkir Manaf (Mualem) serta mantan Panglima GAM, membicarakan tentang perkembangan dan kondisi Perdamaian Aceh serta pembahasan Investasi ekonomi di Aceh dan upaya komunikasi pembebasan para nelayan Aceh yang berjumlah 32 orang, selama ini di tahan oleh Pemerintah Kerajaan Negara Thailand.

Sedangkan mereka adalah nelayan Aceh yang mencari rezeki, dan mereka saat melaut hanyut dan terdampar ke wilayah teritorial negara Thailand. Atase Militer Kedutaan Kerajaan Thailand, Colonel Pakorn Suttiluk tentu menyambut baik dengan kedatangan tim rombongan Wali Nanggroe Aceh dan Mualem, dan mereka merespon sangat baik apa yang disampaikannya tentang persoalan tersebut.

Dan dia berjanji mengupayakan secepatnya tentang upaya pemulangan nelayan tersebut, serta juga dirinya menyampaikan undangan khusus dari Panglima Angkatan Darat Thailand Jendral Apirat Kongsompong kepada tim rombongan Wali beserta seluruh delegasinya untuk bisa datang ke Thailand”, Terang Azhari Cage

“Wali Nanggroe Malik Mahmud yang juga Juru runding Perdamaian GAM-RI beserta Mualem akan memenuhi undangan tersebut dalam waktu dekat akan pergi ke Thailand,”Katanya Jubir KPA Pusat ini

Kita doakan saja kedepannya atas upaya yang ditempuh oleh Paduka yang Mulia Wali Nanggroe Malik Mahmud bersama Muzakkir Manaf (Mualem), “Insya Allah bisa ada suatu hasil yang kongkrit yang nyata, dalam berusaha untuk melakukan kepulangan nelayan asal Aceh tersebut secepatnya dan dapat kembali berkumpul bersama pihak kekeluarganya di Aceh,” imbuh Azhari.

“Ini murni upaya dari hati Paduka Wali Nanggroe Aceh bersama Mualem dalam lawatannya untuk melakukan rasa solidaritas kemanusiaan, akan tetapi ini bukan pencitraan semata, namun bagaimana upaya kita membangun kebersamaan yang sinergis,” ujarnya.

Apalagi dalam mengurus Aceh, tentu tidak cukup dengan suatu pencitraan semata di depan publik, tetapi butuh pemikiran dan kekuatan dan usaha usaha komunikasi yang cerdas untuk masa depan Aceh yang lebih baik yang menanamkan jiwa – jiwa kemanusiaan secara beradab dan bermartabat, pungakas Azhari Cage Jubir KPA ini.(Iqbal).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..