BANDA ACEH (MA) — Aceh, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, adalah anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat, kata pengamat Usman Lamreung pada media lewat siaran persnya, Ahad, (20/10).
“Namun, pengelolaan sumber daya ini memerlukan dukungan pemerintahan yang solid, tegas, dan sinergi politik yang baik dengan pemerintah pusat. Dalam upaya mencapai Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan, komunikasi yang harmonis antara Aceh dan pemerintah pusat sangatlah penting,” ujar Dosen Universitas Abulyatama Banda Aceh ini.
Selama satu dekade terakhir, katanya, hubungan politik Aceh dengan pusat mengalami ketidakharmonisan, yang berdampak buruk pada implementasi berbagai turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Beberapa regulasi baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat bahkan memperlambat program-program strategis di Aceh, menyulitkan realisasi pembangunan yang diinginkan.
Ia menyebutkan, pilkada Aceh 2024 menjadi momen krusial bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang mampu menjembatani komunikasi dan mengoptimalkan potensi daerah. Dua pasangan calon yang bertarung dalam pemilihan ini adalah Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi Nomor Urut 01 yang didukung oleh partai-partai besar seperti NasDem, Golkar, PAN, dan PAS, serta Muzakir Manaf-Fadhlullah Nomor Urut 02 yang diusung oleh Partai Aceh, Gerindra, PKB, Demokrat, dan PNA.




