Sebelum Aksi 412, Surya Paloh Bertemu Partai Komunis Cina

Senin, 5 Desember 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing | AP-Aksi Parade Kebudayaan Indonesia yang terjadi pada 4 Desember 2016 memang tidak pernah diberitakan untuk menandingi Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016. Namun faktanya hampir terbukti memang aksi itu untuk menandingi aksi umat Islam yang menutut Ahok dihukum karena telah menghina Kitab Suci Alquran. Sebelumnya aksi ‘balas dendam’ itu juga dilakukan usai umat Islam menggelar aksi 4 November, dimana aksi ‘balasan’ berkedok bhineka juga dilangsungkan pada 19 November 2016.

Anehnya aksi 412 itu banyak dicacimaki karena aksi tersebut dinilai sarat kepentingan politik dan dan dinilai sangat banyak pelanggaran, baik pelanggaran Pilkada maupun lokasi acara di Car Free Day, lokasi yang sama sekali sangat dilarang untuk kampanye politik. Bukan Surya Paloh namanya bila tak melawan. Begitulah kesan pria yang mengaku asal Aceh usai aksi 412 berlangsung.

BACA JUGA...  Mualem : Forbes Harus Jadi Lokomotif Penuhi Hak dan Kewenangan Aceh

“Coba tanyakan ke Plt (Plt Gubernur DKI Sumarsono). Barangkali kalau melanggar, kami siap menerima konsekuensinya untuk kebaikan yang kita rasakan,” ujar Paloh di sekitar Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016) sebagaimana dilansir Detik.com.

Paloh menerangkan, partai dan atributnya yang hadir dalam parade tersebut karena partai berperan dalam aspek kehidupan kebangsaan. Partai tidak berperan di DPR saja.

“Apa partai berani duduk saja, tak boleh itu,” kata Paloh.

Menurut Paloh, parade dilakukan dengan maksud untuk mempererat silatuhmi. Bahkan Surya mengklaim parade ini tidak mengganggu masyarakat yang ber-Car Free Day (CFD).

“Apalah artinya CFD dibandingkan dengan persatuan bangsa ini. Sejujurnya itu yang saya katakan. Jadi yang mau CFD boleh, mau sedikit menari boleh,” ucap Paloh mencari pembenaran.

Namun jangan lupa, 4 bulan yang lalu, seperti diberitakan Tempo.co, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah bertemu dengan Deputi Direktur Jenderal Departemen Internasional, Komite Pusat Partai Komunis Cina, Zhang Xuyi di markas partai itu Beijing, Cina, Jumat, 12 September 2014. “Walau ini bukan kunjungan resmi dari partai, tapi bisa membuka lembaran baru untuk kerja sama ke depan,” kata Zhang Xuyi saat menyambut Surya.

BACA JUGA...  Sukma M Thaher: Disdik Aceh Terkesan Tidak Peduli Atas Prestasi Siswa SMK

Zhang mengatakan partainya menaruh perhatian yang sangat besar terhadap proses politik di Indonesia. Terutama setelah hasil pemilihan presiden yang dimenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia juga memperhatikan partai-partai yang ikut dalam pemilihan legislatif. “Kami perhatikan pemilu di Indonesia dan kami tahu NasDem ikut pertama kali dan mencapai hasil luar biasa. Kami ucapkan selamat,” ujarnya.

Surya Paloh mengatakan pertemuan dengan Zhang memang bukan kunjungan resmi karena dilakukan di sela-sela dirinya menerima penghargaan profesor kehormatan dari Beijing Foreign Studies University, Rabu, 10 September 2014. “Saya memang mendapat undangan spontan lalu diacarakan dalam kunjungan saya ke Beijing,” kata dia seusai pertemuan. (Baca: Surya Paloh Dapat Gelar Profesor Kehormatan)

BACA JUGA...  DPRK Abes Ikuti Pembekalan Yang Dibuka Ir H Mawardi Ali

Surya Paloh mengatakan Partai Komunis Cina sebelumnya telah menerima kunjungan dari berbagai partai di Indonesia, seperti PDI Perjuangan, Golkar, dan lain-lain. Dia mengatakan partai penguasa di Cina itu berharap hubungan kerja sama Indonesia-Cina bisa terus menopang kemajuan masing-masing negara.

Menurut Surya, banyak hal bisa dipelajari dari PKC. “PKC punya jam terbang tinggi dan merupakan satu-satunya partai di sini,” kata dia. Partai ini menurut Surya adalah partai pemerintah yang berarti kebijakan-kebijakannya selalu seiring sejalan dengan pemerintahan. “Kami menawarkan kerja sama bisa dijalin dalam bidang kebudayaan dan pendidikan, ekonomi, dan pertahanan,” ujarnya. [MU|Net]

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Longsor Menghantui Pengguna Jalan 
Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 19:46 WIB

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Sabtu, 19 September 2026 - 21:33 WIB

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB