Banda Aceh (MA)- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM Unsyiah) kembali mengadakan acara tahunan bergengsi di Aceh, yaitu Unsyiah Fair yang sampai kini telah diadakan sebanyak 14 kali.
Pembukaan acara yang bertemakan “Eskalasi Juang Aneuk Nanggroe” ini, diadakan di Gedung Dayan Dawood Unsyiah, Sabtu 9 September 2019, yang diisi dengan berbagai macam penampilan seni yang sangat menarik.
Ketua Panitia Unsyiah Fair ke 14 Rifqi Ubai Sulthan mengatakan, bahwa Unsyiah Fair kali ini bertemakan “Eskalasi Juang Aneuk Nanggroe”, adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh anak muda Aceh, bahwa ada sejarah perjuangan pemuda yang tidak boleh kita lupakan, serta ada sejarah-sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan di masa lalu yang disuguhkan melalui tema acara tersebut.

“Kita melihat bahwasanya hari ini, kita adalah pemuda, tema tersebut untuk mengingatkan perjuangan, khususnya untuk anak-anak muda Aceh. Melalui tema ini, kita ingin melihat kilas balik sejarah, bahwa ada perjuangan yang harus kita ingat kembali dan juga cita-cita kemerdekaan yang harus kita lakukan,” ujar Rifqi Ubay.
Ia juga menambahkan, bahwa pembukaan acara ini berjalan dengan lancar, dan Unsyiah Fair akan diadakan selama 5 (lima) hari, serta akan diisi dengan beragam macam kegiatan yang menarik. Kemudian, Unsyiah Fair juga akan mendatangkan aktivis sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Gajah Mada (Presma UGM) 2019 yaitu, Muhammad Atiatul Muqtadir alias Fathur yang baru-baru ini viral di media sosial.
“Alhamdulillah, acara pembukaan berjalan dengan lancar, dan Unsyiah Fair akan berjalan selama lima hari, serta akan diisi dengan beragam kegiatan yang menarik. Hari senin pada tanggal 11 November, kita juga akan mendatangkan Presma UGM yaitu Fathur, untuk mengisi acara Seminar Nasional di Unsyiah Fair,” pungkasnya.
Sementara itu, Rival Perwira selaku Presma Unsyiah yang terlibat langsung dalam persiapan acara Unsyiah Fair, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia Unsyiah Fair, karena telah berkontribusi dalam kesuksesan Unsyiah Fair ke 14 ini.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia, karena memang saya juga terlibat langsung bersama teman-teman yang lainnya untuk menyukseskan kegiatan ini dari pagi sampai pagi lagi. Jadi, itu adalah sebagai apresiasi yang luar biasa kepada panitia, yang telah menyukseskan acara ini yang dipenuhi dengan berbagai kreasi yang luar biasa,” ujarnya.
Selain itu, Rival Perwira juga mengajak seluruh mahasiswa di Aceh, agar tidak berhenti untuk berpikir kritis dan terus memunculkan karya-karya dari mahasiswa Aceh, agar dunia tahu bahwa Aceh penuh dengan karya-karya mahasiswanya.
“Saya mengajak seluruh mahasiswa di Aceh, agar tidak berhenti untuk berpikir kritis dan terus untuk memunculkan karya-karya dari mahasiswa agar dunia tahu, bahwa Aceh penuh dengan karya-karya hebat dari para mahasiswanya,” tutupnya. (R)





