LHOKSUKON, (MA) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara dalam waktu dekat ini akan menggelar Festival Edukasi yang akan dipusatkan di lapangan upacara depan kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Kecamatan Lhoksukon.
Festival Edukasi tersebut akan diselenggarakan tiga hari mulai tanggal 17-19 Desember 2022 yang akan dibuka oleh Pejabat (Pj) Bupati Aceh Utara Azwardi AP,M.Si dan turut juga hadir, “insyaallah para tamu undangan diantaranya Kadisdik Aceh Drs. Alhudri,MM,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kadisdikbud Aceh Utara H. Jamaluddin,S.Sos., M.Pd pada media saat dijumpai oleh awak mediaaceh.co.id diruang kerjanya,Selasa,(13/12/22).
Kata Jamaluddin, dasar dilaksanakan Festival Edukasi di Aceh Utara dengan adanya perubahan kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka. Didalam kurikulum merdeka ini ada aksi nyata yaitu Projek, Penguatan, Profil, Pelajar, dan Pancasila (P5).
“Didalam kurikulum merdeka ini ada Projek, Penguatan, Profil, Pelajar, dan Pancasila atau yang kita sebut dengan (P5). Jadi diakhir semester, minimal sebulan sekali mereka itu lahir sebuah produk unggulan,”ujarnya.
Contohnya, sebut Kadisdikbud Aceh Utara, seperti di SMP Negeri 1 Lapang ada karya dari siswa-siswi mengolah air laut untuk menjadi garam garam beryodium, ditingkat Sekolah Dasar di SDN 4 Simpang keramat siswa-siswi di SD tersebut mengolah buah jengkol menjadi kerupuk, dan ada juga produk-produk eceng gondok.
Lanjut Jamaluddin, kalau ditingkat SMA dan SMK siswa-siswi itu lebih hebat lagi karya-karya mereka selama ini kalau dibandingkan dengan siswa-siswa tingkat SD dan SMP. “Nah, dengan adanya kurikulum merdeka ini dan adanya P5 siswa-siswi kita sudah ada aksi nyata,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ajang Festival Edukasi ini akan diikuti oleh sekolah yang ada di Aceh Utara, mulai dari Tingkat Paud sederajat, SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat dan SMK, yang akan menampilkan berbagai hasil P5 dimasing-masing sekolah.
Selain itu, kata orang nomor satu Disdikbud Aceh Utara itu, akan juga ditampilkan kegiatan ekstra kurikuler, serta berbagai aneka lomba seperti cerdas cermat dan drum band, ajang tersebut juga diisi dengan kegiatan lain seperti lomba inovasi guru, lomba inovasi pembelajaran dan lomba-lomba lainnya.
“Kita juga baru-baru ini sudah mempublikasikan Panen Hasil Karya (Panen Raya) guru penggerak, dari panen raya guru penggerak itu kemudian kita tingkatkan ke tingkat kabupaten sehingga para masyarakat dan publik tahu bahwa ada paradigma baru di kurikulum merdeka artinya masyarakat juga tahu bahwa benih pendidikan Aceh Utara hari ini kita sudah berjalan seperti ini,” sebutnya.
Kemudian juga, sebutnya, di festival edukasi tersebut pihaknya akan menampilkan tarian-tarian dari Siswa-siswi dan banyak juga cabang-cabang lainnya dan ini sangat bermakna.
“Dengan berakhirnya Pandemi Covid-19, alhamdulilah kita sudah bisa melaksanakan kegiatan festival edukasi dan UMKM, selama 2 tahun kita tidak bisa melaksanakan kegiatan apapun,” ungkapnya.
Sambung Dia, Festival edukasi ini salah program kreatif untuk mempromosikan pendidikan di Aceh Utara dengan adanya penerapan kurikulum merdeka di sekolah,” di samping itu juga kita mau membangkitkan ekonomi masyarakat lebih-lebih di Kabupaten Aceh Utara dengan menghidupkan suasana ini, makanya kita buat festival pendidikan seperti ini dan itu sangat bermakna para peserta didik semuanya dan juga para masyarakat secara umumnya,” tuturnya.
“Kita juga berharap para peserta didik untuk dapat berkunjung festival edukasi tersebut dan juga masyarakat Aceh Utara secara umumnya untuk memeriahkan kegiatan tersebut, ada 50 stand yang kita tampilkan dan ada juga stand dari Politeknik Lhokseumawe, Universitas Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe, dan para pelaku UMKM, serta dari lembaga swasta lainnya.
Dirinya juga menyebutkan di festival edukasi tersebut nantinya akan menampilkan peninggalan kerajaan Malikussaleh yang tersimpan museum,” peninggalan kerajaan Malikussaleh yang ada di museum ini kita tampilkan di festival tersebut,” imbuhnya.
Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara,”Dalam kegiatan ini kita juga berkolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdsdik), dan Kemenag Aceh Utara. Tiga lembaga ini kita kolaborasi demi suksesnya Festival Edukasi Aceh Utara 2022,” sebutnya.
Pihaknya berharap sepenuh kepada masyarakat agar bisa menyukseskan festival edukasi ini, dan untuk kedepannya bisa dilaksanakan setiap tahunnya seiring dengan berlakunya kurikulum merdeka, dan ia juga meminta kepada masyarakat Aceh Utara agar luangkan waktu untuk berkunjung ke festival edukasi ini dengan adanya bermacam produk yang diciptakan oleh siswa-siswi Aceh Utara. ‘Untuk itu kita mengharapkan dukungan semua pihak agar terlaksananya secara sukses festival edukasi ini,” harap Kadisdikbud Aceh Utara Jamaluddin.(Sayed Panton).




