Abrasi Pantai Belum Teratasi, Pantai Jilbab Kembali Porak Poranda

Abrasi yang terjadi di kawasan Pantai Jilbab, Susoh kian mengganas.

Abdya (ADC) Persoalan abrasi pantai di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga saat ini belum juga teratasi dengan baik. Akibatnya, abrasi yang terlihat semakin mengganaspun kini kembali terjadi.

Seperti yang terjadi pada Minggu (21 Juli 2019) sekira pukul 7.30 WIB, Abrasi kembali terjadi di kawasan sepanjang pantai desa Palak Kerambil (Pantai Jilbab) dan Pantai Bali di Desa Ladang Kecamatan Sosuh, Kabupaten setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin yang dijumpai di lokasi mengakui, abrasi kali ini terjadi akibat pasang ombak yang melanda sejumlah pantai dalam kabupaten Abdya dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA...  Bocah-Bocah di Bahsorma Makin Kagum ke TNI dalam Program TMMD

Untuk saat ini, sambung Amiruddin, kerugian sementara akibat musibah tersebut sejumlah rumah penduduk rusak parah, bot nelayan yang masih dalam tahapan pembuatan terancam jatuh dan terseret arus.

“Malah ada satu yang sudah jatuh dan terseret ombak, beruntung saat kejadian ada warga yang melihat dan menyelamatkan bot tersebut,” sebut Amiruddin.

Amiruddin juga menyebutkan, saat ini pihaknya sedang membantu warga untuk memindahkan bot-bot nelayan tersebut ke tempat yang lebih aman. “Kita telah mengerahkan satu unit beco jenis Loader untuk memindahkan bot-bot tersebut,” akunya.

BACA JUGA...  Dandim 0207/Sml Meyakini 46 Unit RTLH Yang Belum Siap, Tuntas Sepekan TMMD

Terkait dengan jumlah rumah warga yang terdampak, Amiruddin mengakui terdapat kurang lebih 18 rumah dan kantin warga yang dekat dengan bibir pantai sudah mulai terkikis.

“Pohon-pohon yang ada di sekitar bibir pantai itu pun ada yang sudah tumbang diterjang ombak,” kata Amiruddin.

Sementara itu, salah seorang warga, Syaripuddin kepada awak media ini mengakui, abrasi pantai di kawasan pantai Jilbab sudah sangat sering terjadi. “Abrasi ini sudah sering terjadi hampir tiap bulan,” katanya.

BACA JUGA...  DPP PDA : MUI Pusat Tidak Perlu Campur Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh

Karena itulah, sambungnya, warga berharap pada pemerintah untuk mengatasi permasalahan abrasi tersebut secara permanen. “Kita sangat berharap pemerintah dapat membangun penahan ombak, setidaknya saat pasang seperti ini tidak berdampak besar bagi pemukiman,” sebut Syarifuddin.(TM).