Abrasi dan Sedimentasi Muara Kuala Penaga, Kuala Genting Ekstrem

Konsorsium lembaga di Aceh Tamiang survey masalah abrasi dan sedimentasi muara DAS Tamiang.

Seharusnya dengan dilatarbelakangi Sungai Tamiang yang bermuara di Kuala Penaga dan Muara Kuala Genting, notabene laut lepas, maka dapat dipastikan ketika terjadi guyuran hujan di daerah hulu tidak akan terjadi endapan air yang tergenang dan merendam permukiman warga.

Posisi ini terjadi karena Wilayah Sungai (WS) Tamiang dalam kondisi ‘Kritis’ DAS Tamiang sudah sangat dangkal akibat sedimentasi dan sedimentasi itu juga terjadi di Muara Kuala Penaga dan Muara Kuala Genting Kecamatan Bendahara.

BACA JUGA...  Nora Anggarkan Dua Miliar Untuk Sheet Pile Sementoh

Akibatnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus mengalami banjir setiap hujan deras di Hulu. Dikarenakan air tertahan atau tidak mengalir.

Untuk itu; ada Sedimentasi Akuatis atau Sedimentasi Air Sungai dan Sedimentasi Marine atau Sedimentasi Air Laut yang diperkuat dengan Sedimentasi Aeolis atau Sedimentasi Angin.

Sedimentasi Akuatis atau Sedimentasi Air Sungai adalah pengendapan yang disebabkan material yang terbawa oleh air. Proses pengendapan akuatis mengandalkan kekuatan aliran air yaitu ketika aliran kuat, maka material akan terbawa dan jika aliran melemah maka material akan mengendap. Pengendapan jenis ini umumnya terjadi pada aliran-aliran sungai yang mengalami pelemahan arus, misalnya membentuk dataran banjir dan alluvial fan.