Abrasi dan Sedimentasi Muara Kuala Penaga, Kuala Genting Ekstrem

Konsorsium lembaga di Aceh Tamiang survey masalah abrasi dan sedimentasi muara DAS Tamiang.

“Sedimentasi itu terjadi semenjak banjir tahun 2006. Kita sudah lakukan pengamatan semenjak banjir tahun 2009. Ini harus segera dilakukan pengerukan, kalau tidak dilakukan maka kerugian masyarakat akan terus dialami setiap hujan deras di Hulu Tamiang,” sebutnya.

Zulkarnain yang akrab disapa Zul Lebam memaparkan tahap pertama yang harus dilakukan adalah pengerukan Muara Kuala Penaga dan Muara Kuala Genting.

BACA JUGA...  UMK tak Sebanding, Enam Ratus Kaum Buruh Acam Gelombang Demo

“Ini yang menghambat arus air baik pasang surut maupun luapan Sungai Tamiang,” tegasnya.

Menurut analisa Tim Bersama saat berada di lokasi, untuk Muara Kuala Genting ada Sedimentasi seluas 3.500 x 1.250 meter dan Muara Kuala Penaga ada Sedimentasi 2.250 x 750 meter.

“Pengerukan harus dilakukan di dua lokasi ini dengan kedalaman harus mencapai 10 – 12 meter. Ini harus dilakukan,” tegasnya.

BACA JUGA...  Nasruddin: Serapan Anggaran Belanja Pemkab Aceh Besar, Mahal Ongkos Bawa Ketimbang Barang

Sementara itu Direktur Eksekuif Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) Sayed Zainal juga menyampaikan bahwa kondisi Wilayah Sungai (WS) untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang kondisinya sangat kritis dan perlu dilakukan pemulihan.

“Kondisi Kritis ini tentu mempengaruhi arus air ketika terjadi luapan. Sungai Tamiang terjadi Sedimentasi dan perlu dilakukan pengerukan,” tegasnya.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Apresiasi PT Hutama Karya Buka Akses Tol Padang Tiji–Seulimum untuk Jamaah Haji

Menurutnya dengan mengawali pengerukan Muara Kuala Penaga dan Muara Kuala Genting Kecamatan Bendahara merupakan langkah yang tepat agar arus luapan sungai tamiang menjadi lancar.