Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Suara rapai bertalu. Gerakan para pemain mengikuti irama dengan kompak. Di sela-sela tabuhan, syair dilantunkan, membawa cerita sekaligus pesan bagi mereka yang menyaksikan.

Begitulah Rapai Geurimpheng, salah satu kesenian tradisional yang tumbuh di kawasan pesisir timur Aceh, termasuk Aceh Utara.

Kesenian ini mempertemukan tiga unsur yang menjadi kekuatan utama seni tradisional Aceh: musik, gerak dan bahasa.

BACA JUGA...  Kota Wisata Sabang Pada Siang Hari Bagaikan Kota Mati

Rapai menjadi sumber irama. Gerakan para pemain membangun dinamika pertunjukan. Sementara syair menjadi medium untuk menyampaikan cerita, nasihat dan nilai-nilai kehidupan.

Karena itu, Rapai Geurimpheng tidak berhenti sebagai tontonan. Di dalamnya terdapat tradisi tutur yang membuat setiap pertunjukan memiliki pesan dan makna.

Dua Belas Pemain dalam Satu Panggung

Dalam satu pertunjukan, Rapai Geurimpheng dimainkan oleh 12 orang.

BACA JUGA...  Subsidi BBM Naik, Begini Tanggapan Pengurus LPPNRI

Delapan orang menjadi penabuh sekaligus penari yang dikenal sebagai aneuk pulot. Tiga orang lainnya berperan sebagai pengiring, sedangkan satu orang bertugas sebagai penyair yang disebut syahi atau syah.

Syahi memiliki posisi penting dalam pertunjukan. Melalui lantunan syairnya, alur cerita dibangun dan pesan disampaikan kepada penonton.

Pertunjukan Rapai Geurimpheng juga memiliki sejumlah tahapan.

BACA JUGA...  Pj Bupati Hanya Bagian Mekanisme Politik Kepentingan orang Banyak non Trivia

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Bakal Calon Ketua PWI Aceh Muhammad Saman Lolos Verifikasi SC

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14 WIB

Wakil Bupati Asel H. Baital Mukadis bersama Dandim 0207/Asel Andrino Lubis memberikan motivasi kepada petugas agar penanganan longsor lebih cepat dan sempurna.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:09 WIB