Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Di Aceh, seni dan nilai keislaman tumbuh berdampingan dalam kehidupan masyarakat. Tidak sedikit tradisi yang kemudian menjadikan nilai-nilai agama sebagai bagian dari ekspresi seni.

Salah satunya adalah Tari Rabbani Wahed, kesenian khas Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang memadukan gerak tubuh, lantunan syair, dzikir, shalawat, serta irama rebana dalam sebuah pertunjukan yang dinamis.

BACA JUGA...  Wakil Gubernur Aceh Buka Pekan Kebudayaan Aceh Barat 2025

Ketika para penari bergerak serempak mengikuti irama, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual. Ada pesan tentang kebersamaan, ketauhidan dan nilai spiritual yang ikut disampaikan melalui setiap gerakan dan lantunan.

Nama Rabbani Wahed sendiri memiliki makna yang erat dengan nilai ketuhanan. Rabbani merujuk pada sesuatu yang bersifat ketuhanan, sementara Wahed berarti satu atau Yang Maha Esa.

BACA JUGA...  Taman Mini Gayo Indah: Destinasi Wisata Alam Ramah Keluarga di Gayo Lues

Makna tersebut menjadi gambaran pesan yang terkandung dalam kesenian ini: mengingat keesaan Allah SWT sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Dalam sejumlah sumber kebudayaan mengenai seni tradisi Aceh, Tari Rabbani Wahed disebut dikembangkan oleh T.M. Daud Gade pada 1989 di Samalanga, Bireuen. Kesenian ini memiliki keterkaitan dengan tradisi Meugrob, yakni kesenian yang dikenal dengan gerakan melompat secara bersama-sama dalam pola yang teratur.

BACA JUGA...  Terkait Kasus Oknum Wartawan, PWI Aceh Dukung Proses Hukum oleh Polres Sabang

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB