BNNK Bireuen Fokus Pencegahan Narkoba

Jumat, 2 Maret 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN (ADC)- BNNK Bireuen mengaku tidak begitu fokus pada penindakan namun lebih mengarah kepada pencegahan kondisi markotika. Hal itu disampaikan Kepala BNNK Bireuen Saiful Fadhi,S.STP, dalam acara silaturahmi dengan wartawan liputan wilayah Kabupaten Bireuen di salah satu cafe di kawasan Cot Gapu, Bireuen, Kamis, 1 Maret 2018.

“Saat ini di bagian penindakan hanya ada lima personel, yang terdiri dari anggota polisi dan sipil di lingkup Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Katanya, dengan keterbatasan personel dan juga dana yang terbatas, BNKK Bireuen mengupayakan fokus pencegahan serta rehabilitasi.

“Masalah penindakan dan penangkapan tersangka ganja atau sabu, diserahkan kepada pihak kepolisian atau BNN Pusat,” sebutnya.

BACA JUGA...  Polres Aceh Selatan Kembali Tangkap  Pria Pemilik Narkotika 

Selama ini katanya, pelaku yang terkait ganja atau sabu warga Bireuen  yang berhasil ditangkap di luar Bireuen atau luar daerah oleh pihak BNN pusat, mereka langsung yang mengambil tindakan.

“Untuk saat ini kita fokus pada pencegahan dengan melakukan sejumlah program kegiatan seperti membentuk satgas di sekolah, satgas gampong. Kita juga melakukan pembekalan kepada satgas gampong, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba,” ungkap Saiful.

Terkait penanganan rehabilitasi pengguna narkotika,  ada sekitar 35 orang yang telah diassesment dan dilakukan konseling untuk rawat jalan.

BACA JUGA...  Matahukum Kantongi Informasi A1 dari Internal Kemendag, Desak Kejagung Usut Mafia Izin Impor

“Kalau untuk rawat inap, itu fasilitasnya cuma ada di provinsi, begitu juga paska rehabilitasi, ada rumah dampingan di provinsi. Targantung kelaurga pasien juga apakah mau menjalani perawatan  lagi yang emakan waktu paska rehab 3-6 bulan,” ulasnya.

Mengenai pemilihan Kecamatan Peudada, tepatnya Desa Meunasah Bungong,  sebagai pilot project program Grand Design Alternative Development (GDAD), Saiful Fadhli menyebutkan,  itu berdasarkan penetapan dari BNN dengan pihak Universitas Indonesia dimana lahan dan lokasi yang cocok.

“Konsepnya, lokasinya bukan wajib di ladang ganja, kategori yang ada penanam atau pernah jadi tersangka,” sebutnya lagi.

Karena itu sambungnya, alih fungsi lahan yang bertujuan untuk pemberdayaan dan meyakinkan masyarakat agar tidak menanam ganja, meningkatkan kesejahteraan petani dalam rangka menuju masyarakat Bireuen yang mandiri dan sejahtera tanpa narkoba.

BACA JUGA...  BNN Kabupaten Aceh Selatan Tanpa Penindakan 

“Koordinator program GDAD adalah BNN, sementara bantuan bibit dan lainnya melalui dinas masing-masing seperti Dinas Pertanian. Bila ada masalah, akan di koordinasi dengan BNN Pusat dan Kementerian terkait,” paparanya.

Misalnya, sebutnya, untuk pelatihan, penyediaan benih, pemasaran dan lainnya, itu urusan dinas terkait.

“Pemilihan Peundada juga salah satunya karena Puskesmasnya sudah ada fasilitas untuk rehab atau konseling level rawat jalan,” terang Kepala BNNK Bireuen. Saiful Fadhli.(MS)

Berita Terkait

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan

Jumat, 11 September 2026 - 19:43 WIB

Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB