MENEMBUS ISOLASI; Jejak Investigatif Bantuan BPBD–BNPB di Aceh Tamiang

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Seorang ibu di Lubuk Sidup merangkum semuanya; “Waktu air naik, kami kehilangan arah. Waktu tenda datang, kami seperti menemukan rumah lagi.”

DI BALIK tenda-tenda keluarga yang kini berdiri di dataran-dataran berlumpur Aceh Tamiang, tersimpan perjalanan rumit bernama akses, koordinasi, dan waktu yang hilang.

Bencana ekologi geometeorologi awal Desember itu bukan hanya merendam rumah dan sawah, tapi juga telunjukkan masalah lama; rapuhnya infrastruktur penopang kehidupan di hilir Sungai Tamiang.

BACA JUGA...  Di Usia 90 Tahun Kakek Ini Ikut Vaksin Bersama BIN

Ketika air bah menutup lintas negara Medan–Kualasimpang sepanjang beberapa kilometer, Aceh Tamiang berubah menjadi kepulauan kecil yang saling terputus.

Kampung-kampung hanya bisa diakses dengan perahu darurat atau helikopter jika cuaca mengizinkan. Pada titik itu, BPBD Aceh Tamiang harus menghitung jam—bukan hari—untuk memastikan bantuan dari BNPB Pusat tidak tertahan di gudang.

BACA JUGA...  Lima Ribu Sertifikat Peruntukkan Lahan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang

Namun fakta investigasi di lapangan menunjukkan, sebelum 2 Desember akses belum memungkinkan. Truk logistik tak mungkin memaksa masuk. Jembatan dan ruas jalan digenangi air setinggi 2 meter, dan jaringan listrik padam total.

Mukim Kemukiman Bandar Pusaka, Ucak, adalah satu dari puluhan saksi yang mengalami bagaimana isolasi itu membuat warga seperti hidup di ruang hampa.

BACA JUGA...  Fadlon Tegaskan DPRK Siap Kawal Sekolah Ramah Anak di Aceh Tamiang

[Ucak, Mukim Kemukiman Bandar Pusaka]; “Akses baru terhubung 2 Desember. Begitu jalan bisa dilalui, BPBD langsung bergerak. Tanpa itu, tenda keluarga BNPB mustahil bisa masuk ke kampung kami.”

Ketika Waktu Menjadi Musuh Utama

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB

MILITER

Pulang Ke Pidie Jaya, Danrem Hadiri Maulid Raya

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:01 WIB