TAPAKTUAN | MA — Di tengah kegembiraan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan memperingati hari jadinya yang ke-69 di Alun-alun Kota Kabupaten Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Senin, (24/11/2025), terdapat keprihatinan di Gampong Keude Padang Kluet Utara.
Pasalnya, badan jalan penghubung perkampungan ini dengan Gampong Rantau Binuang Lama, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan amblas ke Sungai Krueng Kluet Kandang.
Menurut laporan warga setempat, Senin, (24/11/2025), saat upacara seremonial HUT Aceh Selatan yang digelar Pemkab, tebing jalan penghubung antar dua gampong itu amblas ke sungai, karena persis bersamaan terjadi hujan lebat dan luapan air Sungai Krueng Kluet/Kandang.
“Hanya tersisa lebih kurang dua meter dari luasnya enam meter, sehingga perlu ditangani segera oleh Pemkab Aceh Selatan, kalau tidak badan jalan itu akan tenggelam bersama arus Sungai Krueng Kluet/Kandang,” kata Jalaludin.
Menurutnya, kalau dibandingkan dengan jarak antara badan jalan dengan bibir sungai beberapa tahun lalu tidak kurang 50 Meter.
Kini, badan jalan sepanjang 4 Km itu, sudah sangat tergerus erosi sungai puluhan meter di tengah pengabaian Pemkab Aceh Selatan untuk menanganinya.
“Jika badan jalan ino amblas dan putus, bukan saja perhubungan saling terisolasi, tetapi persawahan warga seluas lebih kurang 60 hektar hancur,” katanya.




