Tak Pantas Beny K Harman Mengolok-olok Perdamaian Helsinki

Minggu, 16 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tgk. Muhsin.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Tgk. Muhsin.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Oleh: Teungku Muhsin 

PERNYATAAN anggota DPR-RI Beny K Harman atau Benediktus Kabur dan  lebih dikenal dengan nama Benny Kabur Harman tentang MoU Helsinki mendapat tanggapan dari berbagai kalangan di Aceh.

Saya juga menilai ucapan anggota DPR-RI itu tidak pantas, karena mengolok-olok perdamaian Aceh dengan mengatakan, sedikit-sedikit Helsinki, sedikit-sedikit Helsinki.

Dengan ekspresi serius dan sinis, dia mempermainkan kata Helsinki.

BACA JUGA...  Vaksin Sinovac dan Keabsahannya

Ucapannya itu adalah tindakan yang tidak hanya menyinggung perasaan masyarakat Aceh, tetapi juga menunjukkan ketidaktahuan mendasar terhadap sejarah, pengorbanan, dan luka panjang yang dialami oleh rakyat Aceh.

Helsinki bukan sekadar nama kota, tetapi  saksi bisu dari babak baru yang mengakhiri puluhan tahun konflik bersenjata di Aceh.

Di sanalah rasa sakit dipertemukan dengan harapan, di sana pula jalan pulang dibuka bagi ribuan keluarga yang terpisah oleh perang.

BACA JUGA...  Empat Pulau Milik Aceh Dirampas: Tanah Kami Bukan Hadiah Administratif!

Mengolok-olok Helsinki sama halnya dengan meremehkan ribuan nyawa yang hilang syuhada, warga sipil, ulama, perempuan, dan anak-anak yang tidak pernah sempat menikmati indahnya kedamaian yang kita rasakan sekarang.

Ketika Beny dengan mudahnya menjadikan perdamaian Aceh sebagai bahan candaan, hal itu menunjukkan betapa dangkalnya pemahamannya terhadap nilai sejarah dan kemanusiaan.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB