BANDA ACEH | MA — Wakil Rektor I Universitas Abulyatama (Unaya) Banda Aceh Dr. Usman Lamreung,M. Si menyambut baik langkah PT PEMA yang berencana membuka jalur ekspor kopi dan perdagangan langsung antara Aceh dan Penang, Malaysia.
Menurutnya, inisiatif tersebut patut diapresiasi sebagai upaya membangun ekosistem dagang regional, namun harus ditopang oleh strategi bisnis yang terukur dan berbasis data.
“Secara geografis, jalur laut Krueng Geukuh–Penang memang logis. Tapi secara bisnis, pelayaran langsung hanya efisien jika ada volume muatan yang konsisten. Tanpa itu, biaya operasional bisa lebih besar dari manfaatnya,” ujar Usman, pada, media ini lewat siaran pers, Selasa (9/9/2025).
Ia menilai bahwa kopi Gayo memiliki reputasi internasional yang kuat, namun ada soal, karena Malaysia bukan pasar utama untuk kopi specialty.
Oleh karena itu, ekspor ke Penang harus disertai dengan segmentasi pasar yang jelas, strategi branding, dan kemasan yang mampu mengangkat nilai tambah produk.
“Jangan sampai kopi Aceh hanya diperlakukan sebagai komoditas mentah. Kita perlu narasi, perlu diferensiasi, dan setuju perlu keterlibatan generasi muda untuk mengemasnya sebagai produk premium,” tambahnya.
Terkait pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dan Integrated Cold Storage (ICS), Usman menyarankan agar fasilitas tersebut tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi benar-benar terintegrasi dengan rantai pasok ekspor.





