“Sudah hampir lima tahun dibangun, tapi irigasi belum bisa digunakan mengairi Air ke sawah. Malah sekarang bangunannya mulai rusak. Ini sangat kami sayangkan,” ujar Dedi kepada wartawan di lahan pertaniannya, Senin 7 Juli 2025.
SIMEULUE | mediaaceh.co.id – Pembangunan Irigasi Sigulai di Kabupaten Simeulue, Aceh, menelan anggaran Rp174,2 miliar, kembali viral di sejumlah media. Karena Irigasi Sigulai tersebut mulai rusak dan tak berfungsi sejak dibangun.
Beberapa titik bangunan irigasi yang membentang di kawasan pertanian Blang Lavaoyak Desa Sigulai, terlihat patah dan retak, padahal belum sekalipun digunakan untuk mengairi sawah.
Kini para petani masih bergantung pada curah hujan.
Salah satu petani setempat, Dedi, mengaku kecewa atas kondisi proyek tersebut. Harusnya irigasi itu menjadi penopang utama bagi pertanian warga. Namun kenyataannya, irigasi justru belum bisa dimanfaatkan.
“Sudah hampir lima tahun dibangun, tapi irigasi belum bisa digunakan mengairi Air ke sawah. Malah sekarang bangunannya mulai rusak. Ini sangat kami sayangkan,” ujar Dedi kepada wartawan di lahan pertaniannya, Senin 7 Juli 2025.

Dia juga mengungkap masalah baru yang ditimbulkan atas bangunan iragasi tersebut bahwa; sebelum ada pembangunan irigasi, rumah warga tidak pernah tergenang air.




