TAPAKTUAN | MA — Sebagian pasien RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan mulai mengeluhkan bentuk pelayanan yang mereka dapatkan dari lembaga kesehatan itu.
Menurut pengakuan mereka, belakangan ini pihak manajemen BLUD-RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, terkesan mengabaikan tingkat pelayanan kesehatan yang prima. Buktinya, adanya pengurangan standar pengobatan menyusui diberlakukannya kebijakan penghematan oleh Plt. Direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away, dr. Erizaldi.
Sebagaimana diketahui, paket hemat ala dr. Erizaldi antara lain, mengurangi jumlah biaya berobat menjadi Rp 70.000/pasien dari selama ini senilai Rp 230.000/pasien.
Kebijakan itu, terpaksa diambil pihak manajemen dengan alasan “klasik”, untuk penyelamatan operasional RSUD- dr. H. Yuliddin Away.
Tetapi, bagi sejumlah elemen di RSUD itu, baik para medis maupun perangkat keras sangat berdampak seperti tidak adanya perbaikan terhadap fasilitas pendukung.
Sebagaimana pengakuan salah seorang warga Aceh Selatan, dia mengeluhkan pelayanan di RSUD dr. Yuliddin Away Tapaktuan beberapa bulan belakangan sangat buruk dan memprihatinkan.
Fasilitas AC tidak pernah hidup alias lebih sering mati karena diduga mengalami kerusakan.
“Kalau rusak, mestinya segera diperbaiki. Ini tampaknya tidak ada keseriusan untuk memperbaikinya,” kata pasien dari Bakongan Raya itu.




